Perkuat Perlindungan Pekerja Migran dari Hulu ke Hilir, Kementerian P2MI Gandeng BNSP dan 8 Perguruan Tinggi
Kamis, 16 April 2026 – 16:38 WIB
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah mitra strategis, mulai dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Yayasan MATAULI, hingga delapan universitas ternama di Indonesia di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Kamis 16 April 2026. Foto: Friederich Batari/JPNN.com
Fokus utama adalah mengalihkan pengiriman dari tenaga kerja tidak terampil (unskilled) menjadi tenaga kerja ahli (skilled workers).
?"Data menunjukkan ada lebih dari 258 ribu peluang kerja global yang belum terserap. Dengan keterlibatan Yayasan MATAULI dan universitas, kita bisa menutup celah tersebut melalui pendidikan vokasi dan sertifikasi yang tepat," tegas Menteri P2MI Mukhtarudin.(fri/jpnn)
KP2MI secara resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah perguruan tinggi.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
BERITA TERKAIT
- BPJS Ketenagakerjaan & Universitas Tadulako Perkuat Sinergi Pengembangan Jamsosnaker
- Tumbuhkan Literasi Kepabeanan Generasi Muda, Bea Cukai & Perguruan Tinggi Bersinergi
- Gandeng Kampus, Bea Cukai Tumbuhkan Pemahaman Mahasiswa Terhadap Aturan Kepabeanan
- Asman Abnur Sambut Menteri P2MI Mukhtarudin di BTP, Energi Baru untuk Pekerja Migran Hospitality
- Resmikan Migran Center Politeknik Batam, Menteri P2MI Dorong Lulusan Raih Peluang Kerja Global
- Ijazah Mudah, Mutu Pendidikan Melemah: Alarm Bahaya Pendidikan Tinggi Indonesia
JPNN.com




