Perkuat Persatuan, Pimpinan MPR dan DPR Periode 1999-2024 Bentuk Forum Kebangsaan
“Silaturahmi kebangsaan ini diharapkan dapat melahirkan kontribusi nyata berupa gagasan strategis yang dapat disampaikan kepada para penyelenggara negara termasuk presiden. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami dalam menjaga suhu politik agar tetap kondusif demi masa depan bangsa,” papar Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran itu menambahkan praktik semacam ini lazim dilakukan di berbagai negara.
Di Amerika Serikat, misalnya, mantan pejabat tinggi negara sering terlibat dalam policy forum atau lembaga pemikir yang memberikan masukan strategis kepada pemerintah.
Di Jepang dan Korea Selatan, para mantan pemimpin parlemen juga sering dilibatkan dalam forum konsultatif untuk membahas isu-isu strategis seperti keamanan nasional dan kebijakan ekonomi jangka panjang.
“Jika para mantan pimpinan lembaga negara dapat bersatu menyumbangkan pemikiran secara konstruktif, saya yakin kontribusi tersebut akan memperkaya perspektif pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis bagi bangsa dan negara,” pungkas Bamsoet. (mrk/jpnn)
Bambang Soesatyo alias Bamsoet menginisiasi terbentuknya Forum Kebangsaan Pimpinan MPR–DPR periode 1999–2024, ini tujuannya
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- Jurnalis Indonesia Ditahan Militer Israel, HNW Desak Pemerintah Segera Bergerak
- MPR Setujui Penolakan Final Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Format Juri Juga Dirombak
- Plt Sekjen MPR Tegaskan Tak Ada Unsur Keberpihakan Dewan Juri LCC Empat Pilar Kalbar
- Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf, Ibas Dorong Manfaat untuk Kepentingan Bersama
- Setjen MPR & ULM Sepakati Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Pengabdian Masyarakat
- Waka MPR Eddy Puji Komitmen Prabowo Jadikan Sampah Prioritas Nasional, Penting
JPNN.com




