Perkuat Rantai Pasok Hilirisasi, Indonesia Gencar Optimalkan Bauksit
jpnn.com, JAKARTA - Pemanfaatan dan hilirisasi bauksit semakin krusial untuk memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.
Bauksit yang diolah menjadi alumina dan aluminium merupakan bahan baku strategis bagi berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, konstruksi, transportasi, hingga energi terbarukan.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (ISEW), Ferdy Hasiman menilai program hilirisasi bauksit nasional memasuki fase krusial pada 2026.
Menurut dia, Indonesia perlu terus mempercepat transformasi ekonomi dari pola pertambangan ekstraktif menuju ekosistem industri terintegrasi berbasis nilai tambah.
“Indonesia mulai menunjukkan langkah progresif yang sangat berarti. Pola lama pertambangan ekstraktif mulai ditinggalkan, dan hilirisasi menjadi instrumen penting untuk menekan defisit neraca pembayaran melalui pengolahan berbagai komoditas mineral di dalam negeri,” ujar Ferdy dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (7/1).
Dia mengapresiasi langkah pemerintah yang semakin mengoptimalkan peran Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dalam mengintegrasikan rantai hilirisasi bauksit, mulai dari pengolahan menjadi alumina hingga aluminium.
Integrasi itu dinilai penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri nasional tanpa ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Bahan baku aluminium yang dihasilkan dari pengolahan terintegrasi tersebut diharapkan menjadi fondasi terbentuknya rantai pasok industri yang kuat, mendukung sektor manufaktur, transportasi, hingga pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Menurut dia, Indonesia perlu terus mempercepat transformasi ekonomi dari pola pertambangan ekstraktif menuju ekosistem industri berbasis nilai tambah
- Pemda Diminta Alokasikan Pajak Air Tanah untuk Pemeliharaan Lingkungan
- 30 Ribu Batang Baja Ringan Asal Kendal Melenggang ke Pasar Australia
- Ekonom CORE Nilai Hilirisasi Nikel Mulai Ubah Struktur Ekonomi Indonesia
- Soroti Rekam Jejak Bahlil, Akademisi Optimistis Hilirisasi Energi Makin Cepat
- Mandat Diperluas, Bahlil Dinilai Mampu Mengakselerasi Hilirisasi & Transisi Energi
- Baja Ringan Produksi Kendal Tembus Australia, Potensi Ekspor Rp 132 Miliar per Tahun
JPNN.com




