Permintaan Mendikdasmen kepada Guru PAUD dan TK, Sentil soal Program MBG
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa Wajib Belajar 13 Tahun merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurutnya, masa usia dini merupakan masa emas (golden period) yang sangat menentukan fondasi perkembangan anak, baik dari aspek motorik, intelektual, sosial, maupun spiritual.
Anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi imajinasi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta kesiapan belajar pada jenjang berikutnya melalui bimbingan pendidik dan lingkungan belajar yang mendukung.
Mendikdasmen mengingatkan peran strategis guru PAUD dan TK sebagai teladan dalam membangun karakter anak.
Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, ramah anak, serta mendorong anak untuk bertanya, bermain, berimajinasi, belajar berbagi, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan bahasa yang baik.
"Lingkungan bahasa, sikap pendidik, serta interaksi sosial dinilai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini,” jelas Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Sabtu (28/2).
Direktur PAUD Nia Nurhasanah, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini mendorong pemenuhan Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup pendidikan dasar serta satu tahun kelas prasekolah.
Penekanan ini diberikan pada pentingnya kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar melalui layanan prasekolah yang berkualitas.
Permintaan Mendikdasmen Abdul Mu'ti kepada guru PAUD dan TK, sentil soal program MBG.
- Mendikdasmen Pastikan Mulai Januari 2027 Seluruh Guru di Indonesia Makin Sejahtera
- Mendikdasmen Buka Opsi Siswa Tak Naik Kelas Mulai 2027
- Perjalanan Panjang Delegasi Indonesia Menuju Podium WorldSkills Shanghai 2026
- Indonesia Berjaya di WorldSkills Shanghai 2026, Mendikdasmen: SDM Vokasi Mampu Bersaing
- Pemuda Surakarta Dorong Pengawasan Partisipatif Agar Program MBG Semakin Baik
- 40 Ribu Balita Terkena ISPA, Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra di Wilayah Karhutla
JPNN.com




