Pernyataan Marko Simic atas Larangan Main Empat Laga

Pernyataan Marko Simic atas Larangan Main Empat Laga
Marko Simic, striker Persija. FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Larangan bertanding sebanyak empat laga dan denda Rp 20 juta yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Marko Simic bukan hanya membuat bingung manajemen tim Persija.

Sang striker klub Macan Kemayoran itu juga merasakan hukuman yang dijatuhkan padanya tersebut tak tepat.

Striker asal Kroasia ini berpendapat bahwa dalam video yang digunakan Komdis untuk menghukumnya jelas terlihat bahwa dia tak memiliki maksud untuk mencederai seseorang.

"Kondisi itu, situasi yang normal. Saya tidak melihat seseorang di belakang saya. Kejadiannya juga cukup cepat. Saya hanya berusaha menyongsong bola. Tidak untuk mencederai atau menendang lawan. Jika ada gerakan tangan saya yang disebut menyikut itu tidak benar. Karena saya dalam posisi berlari. Wasit juga ada di dekat saya dan dia juga tidak meniup peluit adanya pelanggaran," kata Simic dalam situs resmi klub, Minggu (3/6) siang.

BACA JUGA: Marko Simic Dilarang Main 4 Laga, Ini Langkah Persija

Simic juga menceritakan bahwa dirinya tak pernah punya niat mencederai lawan. Pemain 30 tahun itu menegaskan bahwa selama bermain, tak pernah dirinya mendapatkan kartu merah.

"Saya tidak pernah mendapatkan kartu merah sepanjang karir bermain sepakbola. Ini adalah serangan besar kepada pribadi saya, Persija dan juga suporter. Bayangkan, hukuman itu dijatuhkan sehari sebelum pertandingan besar," tegasnya.

Karena itu, menurut Simic, hukuman yang dijatuhkan kepadanya adalah keputusan yang benar-benar salah. Apalagi, lanjutnya, dalam laporan pertandingan juga tidak disebutkan terjadi insiden.

Striker Persija Jakarta Marko Simici menilai sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepadanya merupakan sebuah serangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News