Pernyataan Terbaru Dirjen GTKPG, Guru Honorer dan PPPK Perlu Tahu, Angin Segar
jpnn.com - JAKARTA – Pemerintah tidak menutup mata bahwa guru PNS lebih sejahtera dibanding yang berstatus PPPK.
Oleh karena itu, Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nunuk Suryani mendorong agar kebutuhan jumlah guru diisi dengan seleksi CPNS, bukan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Prof Nunuk menyebutkan, setiap tahun sebanyak 60 ribu hingga 70 ribu guru ASN yang pensiun.
Dirjen Nunuk mendorong untuk menutupi kursi kebutuhan jumlah guru ASN lantaran ada yang pensiun, diisi dengan rekrutmen guru ASN lagi.
Namun, kata Dirjen Nunuk, formasi guru ASN dibuka untuk CPNS, bukan PPPK.
"Kalau mau guru sejahtera, seleksi CPNS yang dibuka dan bukan PPPK agar terjamin kariernya juga," tegas Dirjen Nunuk, Minggu (22/2).
Pernyataan Prof Nunuk berkaitan dengan sorotan publik terhadap kesejahteraan guru honorer, yang di banyak pemda digaji dengan nominal yang minim, tidak layak.
Sejumlah forum guru honorer dan PPPK juga sudah menyuarakan masalah tersebut.
Berikut ini pernyataan terbaru Dirjen GTKPG Prof Nunuk yang berkaitan dengan nasib guru honorer dan PPPK.
- Penghapusan Honorer Berpotensi Picu Masalah Baru, Diangkat jadi PPPK?
- Kepala BKN Bilang PPPK & PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat PNS, Begini Caranya
- Angkat PPPK dan P3K PW jadi PNS Secara Bertahap seperti Era SBY
- 5 Berita Terpopuler: PPPK dan PPPK PW Waswas, Hanya Sebegini Guru Honorer Berpotensi Diangkat PNS, Ngawur
- PPPK dan P3K PW Dihantam Isu Viral, Kepala BKN Sampai Bilang Enggak Mungkin
- Wahai Para PPPK, Jangan Ragu dan Harus Hakulyakin
JPNN.com




