Perpustakaan Gasibu Dibongkar demi Proyek Revitalisasi Gedung Sate
"Bukan berarti tidak ada keberpihakan. Jadi sebetulnya saya juga sudah koordinasi dengan Biro Umum, sedang dikaji nanti apa namanya, pembagian ruang itu secara proporsional," sambungnya.
Menurut Kusmana, saat ini Biro Umum Setda Jabar masih mengkaji konsep penempatan fasilitas literasi yang baru agar selaras dengan wajah baru kawasan Gedung Sate dan Gasibu.
Kajian tersebut, kata dia, mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kenyamanan pengunjung, kemudahan akses, hingga keberlanjutan layanan membaca bagi masyarakat.
"Jadi untuk literasi sebetulnya proses penataannya sambil menunggu, jadi ada tata letak yang lebih paling tepat untuk pengembangan layanan literasi ke depan. Jadi sedang dikaji oleh Biro Umum sebetulnya, hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan aspek kenyamanan, termasuk juga kemudahan akses, serta keberlanjutan pemanfaatan oleh masyarakat," ujarnya.
Kusmana mengakui keberadaan Perpustakaan Gasibu selama ini memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat.
Selain menjadi tempat membaca, perpustakaan tersebut juga menjadi ruang berkumpul, terutama saat akhir pekan.
Bahkan, jumlah pengunjungnya mencapai sekitar seribu orang setiap bulan.
"Bahwa perpustakaan memiliki nilai dan kenangan bagi masyarakat di sana ya. Banyak juga sebetulnya pengunjungnya, hampir rata-rata sekitar per bulan itu ada yang 1.000, apalagi Sabtu-Minggu ya," ujarnya.
Penjelasan Pemprov Jabar soal pembongkaran bangunan perpustakaan di Gasibu demi proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate.
- Farhan Pastikan JPO di Jalan Soekarno Hatta Bandung segera Dibangun
- Gegara Hal Ini Lapangan Gasibu Ditutup Sementara Hingga Awal 2027
- Dedi Mulyadi Menyalurkan Bantuan Rp 4 Miliar Kepada Korban Bencana di NTT
- Kemenkeu Cairkan Rp 19 Miliar dari Tunggahan DBH Jabar Rp 1,22 Triliun
- Buka RTH Pasanggrahan Pancarasa, Dedi Mulyadi Sentil Disiplin Warga dan Mental Pejabat
- Defile Pasukan Upacara HUT Kemerdekaan RI Sedot Perhatian Puluhan Ribu Warga
JPNN.com




