Perpustakaan Gasibu Dibongkar demi Proyek Revitalisasi Gedung Sate
Karena itu, Dispusipda berharap layanan literasi tetap menjadi bagian dari kawasan Gasibu setelah proyek penataan selesai.
"Jadi nanti barangkali bukan berarti mengurangi semangat, tapi saya juga sedang menunggu nih nanti kajian yang komprehensif, pemustaka tetap bisa dilayani gitu ya," tuturnya.
Saat ditanya peluang perpustakaan kembali dibangun di kawasan Gasibu, Kusmana mengaku optimistis fasilitas tersebut tetap akan dihadirkan, meski dengan konsep yang menyesuaikan hasil penataan ruang publik.
"Mudah-mudahan ya, mudah-mudah ada lagi. Tapi juga kan ini juga sama-sama ruang publik dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem literasi, sehingga keduanya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Jadi semangat literasinya mah tetap," ungkapnya.
"Kalau kami menunggu saja nanti karena kan pastilah ada beberapa pemustaka juga yang bertanya seperti itu," tambahnya.
Kusmana menjelaskan, Perpustakaan Gasibu sebenarnya bukan merupakan aset Dispusipda Jabar.
Bangunan tersebut berstatus perpustakaan khusus dengan aset milik Biro Umum Setda Jabar, sedangkan Dispusipda hanya bertugas mengelola layanan dan petugas perpustakaannya.
"Ya itu kan perpustakaan khusus namanya. Karena di sana kan hanya baca, tidak boleh pinjam gitu. Tapi kalau pengelolaannya memang dari kita, petugas segala macamnya. Cuma asetnya memang milik Biro Umum Sekretariat Daerah," jelas Kusmana.
Penjelasan Pemprov Jabar soal pembongkaran bangunan perpustakaan di Gasibu demi proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate.
- Beda Sikap Dedi Mulyadi di Jatiluhur dan Puncak Jadi Sorotan
- Pemprov Jabar Minta Proyek Pusat Data AI Jatiluhur Disetop Sementara
- Trotoar Gasibu Tak Ramah Disabilitas, Pemprov Jabar Merespons Begini
- Dedi Mulyadi Upayakan Pemprov Jabar tak Berutang ke PT SMI
- Farhan Pastikan JPO di Jalan Soekarno Hatta Bandung segera Dibangun
- Gegara Hal Ini Lapangan Gasibu Ditutup Sementara Hingga Awal 2027
JPNN.com




