Persaingan Super League Makin Panas, PSIM Fokus Bangun Chemistry
Adaptasi juga menjadi pekerjaan rumah bagi para pemain asing baru. Selain memahami karakter permainan PSIM, mereka harus terbiasa dengan kondisi cuaca Indonesia yang berbeda jauh dari negara asal.
Di sisi lain, Van Gastel menjadikan setiap latihan dan pertandingan uji coba sebagai kesempatan untuk menemukan kombinasi terbaik.
Dia ingin melihat pemain mana yang memiliki kecocokan paling kuat ketika menjalankan skema yang dirancangnya.
"Jelas, cara kami ingin bermain tetapi juga hubungan antarpemain. Seperti siapa yang memiliki kecocokan yang sangat baik dalam cara kami ingin bermain," katanya.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu pun belum mengunci komposisi utama.
Seluruh pemain diberikan kesempatan untuk menunjukkan kualitas sebelum keputusan mengenai starting XI dibuat.
"Jadi saya harus melihat semuanya dan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan diri, agar saya bisa membuat keputusan yang jujur tentang siapa yang akan menjadi starting XI," tuturnya.
Van Gastel juga menyoroti padatnya tantangan yang menanti PSIM. Selain persaingan Super League yang semakin kompetitif, hadirnya League Cup membuat jumlah pertandingan dalam satu musim bertambah.
Pelatih PSIM Yogyakarta Van Gastel memprediksi kompetisi Super League 2026/2027 akan semakin sengit. PSIM kini fokus memperkuat chemistry tim.
- Shin Tae-yong Bongkar Kondisi Persija Training Ground, Begini Penilaiannya
- Persija Jakarta Waspadai Persita Tangerang, Shin Tae-yong Ungkap Alasannya
- Arema FC Cetak 10 Gol, Marcos Santos Masih Mengeluh
- Jadwal Persib Padat, Persik Tak Mau Terkecoh: Ada Alasan yang Bikin Waspada
- Persebaya Surabaya Dibayangi Ancaman PSS Sleman, Begini Kata Bernardo Tavares
- Dihadapkan Jadwal Persib yang Padat, Mariano Peralta Memilih Menikmatinya
JPNN.com




