Jumat, 16 November 2018 – 22:50 WIB

Persib Bandung Terima Petisi Perubahan Logo

Sabtu, 27 Juli 2013 – 10:27 WIB
Persib Bandung Terima Petisi Perubahan Logo - JPNN.COM

BANDUNG-PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) mendapat pesan berkaitan dengan petisi perubahan logo Persib melalui laman change.org.

Penggagas petisi tersebut, Ade Hidayat, warga Garut, menyampaikan petisinya dengan tajuk "Mendukung PT. Persib Bandung Bermartabat agar mengganti logo Persib".

Alasan perubahan itu sendiri, sebab logo Persib sekarang seperti logo Pemkot Bandung, jadi tidak bisa diurus hak ciptanya karena menyamai logo Pemkot Bandung. Pesan ini, hingga kemarin sore telah mendapat 226 tanggapan dukungan.

Perubahan logo juga dianggap Ade bisa mencerminkan kebesaran Persib. Kalau menolak karena alasan bisa menghilangkan sejarah, kata Ade, perubahan logo Persib bisa menggunakan logo yang telah digunakan Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923.

Ade menulis, sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) sekitar tahun 1923. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar