Pertama dalam Sejarah, IMI Siapkan Mekanik Berstandar Internasional
jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Kadin Indonesia, dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia mengununkan kolaborasi pada Senin (18/8).
Kolaborasi itu diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kantor Pusat IMI Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
Dalam kerja sama itu, mereka akan melakukan pengembangan peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di bidang driver dan mekanik berstandar internasional, khususnya untuk pasar tenaga kerja Jepang, Eropa dan Timur Tengah.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengapresiasi kolaborasi antara IMI, Kadin Indonesia, dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dia mengatakan ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia di sektor transportasi dan industri otomotif global.
Menurut dia kerja sama ini merupakan jawaban atas kebutuhan nyata dunia internasional terhadap tenaga kerja terampil di bidang otomotif.
Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan pengemudi dan mekanik dengan kompetensi internasional.
"Melalui MoU ini, kami memastikan adanya jalur terukur bagi para pekerja untuk mendapatkan pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja di negara-negara maju seperti Jepang, Australia, dan Eropa,” ujar Bamsoet seusai melakukan penandatanganan nota kesepahaman.
IMI akan melakukan pengembangan peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di bidang driver dan mekanik berstandar internasional.
- Kementerian P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir
- Kementerian P2MI dan Prefektur Miyazaki Jepang Sepakati Percepatan MoU Penempatan Pekerja Migran
- Kementerian P2MI Pastikan Hak Pekerja Migran Asal Medan Terpenuhi, Keluarga Terima Asuransi Kematian Rp 1 Miliar
- Indonesia Tegaskan Komitmen Global Pelindungan Pekerja Migran di Forum PBB
- Wujudkan Generasi Unggul, Bank Mandiri Bagikan Ribuan Paket Buku
- Perkuat Kualitas Demokrasi, Bambang Soesatyo Dorong Evaluasi Sistem Kepartaian
JPNN.com




