Pertamina-Rosneft Setor Rp 5,2 Triliun

Pertamina-Rosneft Setor Rp 5,2 Triliun
Pertamina. Foto: JPNN

’’Kilang juga dilengkapi unit catalytic cracker skala besar serta petrokimia,’’ imbuh Rahmad.

Perjanjian dengan Rosneft pun memasuki babak baru seiring dengan masuknya Pertamina ke bisnis hulu migas di Rusia.

BUMN perminyakan Rusia itu menyertakan opsi kepemilikan saham di lapangan dengan tingkat produksi yang tidak kurang dari 30 ribu barel setara minyak. Cadangan ladang tersebut mencapai 200 juta barel setara minyak.

VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, komposisi kepemilikan saham Pertamina dalam perusahaan patungan Pertamina-Rosneft adalah 45 persen untuk Rosneft.

JVA juga sudah mengatur manajemen perusahaan patungan, tata kelola, bahan baku, pemasaran, off-taker, pendanaan, SDM, dan standard clauses.

Kini sejumlah pihak melaksanakan bankable feasibility study (BFS) proyek. Keputusan investasi akhir (FID) baru bisa diambil setelah hasil BFS diperoleh.

’’Kami ingin merealisasikan proyek dengan baik dan cepat. Kilang ini akan mengurangi ketergantungan terhadap produk BBM impor,’’ imbuh Wianda. (dim/c18/noe/jos/jpnn)


JAKARTA – Pendanaan proyek New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph) mulai masuk. Pertamina dan Rosneft


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News