Pertumbuhan Digital Harus Diikuti Kesiapan Menjaga Keamanan Data dan Sistem
jpnn.com, JAKARTA - Warta Ekonomi menggelar Indonesia Cyber Protection 2026: Securing Indonesia’s Financial Digital Future, yang mempertemukan regulator, pemerintah, industri keuangan, dan praktisi keamanan siber, untuk membahas strategi menghadapi ancaman siber yang semakin canggih.
Indonesia saat ini memiliki lebih dari 235 juta pengguna internet, sementara transaksi digital dan layanan keuangan terus berkembang.
BSSN mencatat 3,64 miliar anomali serangan siber terjadi sepanjang Januari-Juli 2025.
CEO Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengatakan, pertumbuhan digital harus diikuti dengan kesiapan menjaga keamanan data dan sistem.
Menurutnya, ancaman siber saat ini tidak hanya semakin besar, tetapi juga semakin kompleks seiring meningkatnya pemanfaatan artificial intelligence (AI).
“Kita membutuhkan teknologi keamanan yang lebih adaptif, talenta digital yang semakin kuat, tata kelola data yang semakin matang, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, penyedia teknologi, dan masyarakat,” ujar Muhamad Ihsan.
Sementara, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata BSSN, Edit Prima mengatakan tantangan keamanan siber kini telah berada pada skala yang jauh lebih besar dan sistemik, seiring meningkatnya digitalisasi di seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data BSSN, hampir 74% populasi Indonesia telah melakukan aktivitas digital. Sebanyak 80% publik menggunakan e-wallet atau pembayaran digital dalam transaksi harian.
Ancaman siber saat ini tidak hanya semakin besar, tetapi juga semakin kompleks seiring meningkatnya pemanfaatan artificial intelligence (AI).
- CapCut World Singapore untuk Merayakan Pertumbuhan Komunitas
- Tokoh Dunia Berkumpul di Bali Bahas Dampak AI, Luhut: Indonesia Jangan hanya Jadi Pengguna Teknologi
- Ibas: Teknologi Harus Mengikuti Nilai Konstitusi
- BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan
- Runjian Perluas Bisnis AI dan Komputasi ke ASEAN, Indonesia Jadi Basis Ekspansi
- Gawat, AI Jadi Ancaman Profesi Akuntan
JPNN.com




