Perubahan Kepala BGN Tak Mampu Angkat Kurs Rupiah yang Anjlok 127 Poin
Ketidakpastian geopolitik makin diperparah oleh belum adanya titik temu dalam negosiasi perdamaian antara Washington dan Teheran.
Meskipun kedua pihak pekan lalu sempat menyatakan telah mencapai kesepakatan kerangka kerja sementara, namun hingga kini belum ada persetujuan resmi.
Media Iran melaporkan Teheran belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari terakhir, yang memicu spekulasi negosiasi telah terhenti.
Namun, Presiden AS Donald Trump membantah hal tersebut dengan menyatakan pembicaraan terus berlanjut dan meyakini kesepakatan masih dapat dicapai.
Di sisi lain, kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak mentah memicu spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Pasar memperkirakan Fed tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni.
"Tetapi para pedagang terus memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini," ujar Ibrahim dalam keteranga tertulis, Rabu (3/6).
Ekspektasi kebijakan moneter ketat di AS diperkuat oleh data lowongan kerja yang secara tak terduga meningkat pada April.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah signifikan pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (3/6).
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah, Penyebabnya Sudah Jelas
- Nilai Transaksi di Jakarta Fair Tembus Rp 8,2 Triliun dengan 6,1 Juta Pengunjung
- UMiMAX Pertamina Berdampak Besar, Targetkan 1.000 Tambahan Penerima Manfaat
- Kerja Sama KPPU-KPK Dinilai Jadi Langkah Maju Pemberantasan Korupsi
- Herman Deru Percepat Realisasi Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat
- Kurs Rupiah Kembali Menguat Ditopang Cadangan Devisa Negara
JPNN.com




