PERURI dan Kemendiktisaintek Dorong Adopsi Ijazah Digital Nasional
jpnn.com, JAKARTA - PERURI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar sosialisasi digitalisasi dokumen kelulusan yang diikuti rektor dan direktur perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep serta implementasi ijazah digital sekaligus mendorong adopsi solusi digital yang lebih aman, efisien, dan terstandardisasi di lingkungan pendidikan tinggi.
Sejumlah perguruan tinggi yang telah lebih dahulu menerapkan ijazah digital, seperti Universitas Andalas, Politeknik Negeri Bali, dan Institut Teknologi Bandung, turut berbagi pengalaman dalam forum tersebut.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menekankan pentingnya transformasi digital ijazah.
Menurutnya, digitalisasi memungkinkan mahasiswa maupun perusahaan memeriksa keaslian ijazah secara daring melalui sistem PISN (Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional) yang terintegrasi dengan PDDikti.
Dengan begitu, data lulusan tervalidasi secara digital dan verifikasi dapat dilakukan tanpa perlu legalisir manual.
Direktur Digital Business PERURI, Farah Fitria Rahmayanti, menambahkan bahwa keunggulan utama ijazah digital terletak pada jaminan keaslian.
“Jaminan keaslian itu yang memberikan rasa aman. Teknologi mampu mengubah proses analog menjadi digital, sekaligus menghadirkan kemudahan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
PERURI bersama Kemendiktisaintek sosialisasikan ijazah digital demi efisiensi, keamanan, dan tata kelola modern.
- Nasib 1.023 Calon Dokter Terkatung-katung, Komnas HAM Panggil Kemendiktisaintek
- Pelatihan Sablon di Karawang Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas
- Peruri Dukung Implementasi Ijazah Digital di Universitas Riau
- Menuju Transformasi Digital Manufaktur, Cloud ERP Jadi Kunci Efisiensi Pabrik
- Peruri Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat di Empat Wilayah
- Kemendiktisaintek Usut Dugaan Riset Palsu oleh WNI di Forum Internasional
JPNN.com




