Perusahaan Tiongkok Berekspansi Global bagi Sektor Commercial Real Estate JLL

Perusahaan Tiongkok Berekspansi Global bagi Sektor Commercial Real Estate JLL
Perusahaan Tiongkok berekspansi global bagi sektor commercial real estate JLL. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

Tantangan tersebut tidak berhenti sampai di sana. Banyak perusahaan juga mengalami kesulitan dalam bernegosiasi dengan pemilik properti lokal, menghadapi ketentuan sewa yang kurang fleksibel serta klausul kinerja yang tidak selalu jelas. Perbedaan budaya dan bahasa turut menambah kompleksitas, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kesalahan interpretasi terhadap regulasi, kontrak, maupun kebutuhan operasional.

Analisis JLL mengidentifikasi tujuh skenario utama yang mewakili berbagai kebutuhan corporate real estate perusahaan. Skenario tersebut mencakup pembukaan kantor pertama di luar negeri, pemilihan lokasi toko ritel, penyewaan gudang logistik, pembangunan fasilitas industri, hingga pengembangan pusat data (data center).

Bagi perusahaan yang membuka kantor pertamanya di luar negeri, tantangan sering kali bermula dari kurangnya koordinasi internal. Ketika proses pemilihan lokasi hanya ditangani oleh tim bisnis luar negeri tanpa melibatkan fungsi corporate real estate, legal, keuangan, maupun IT, risiko kesalahan dan biaya tambahan menjadi lebih besar.

Ekspansi ritel menghadirkan tantangan yang berbeda. Banyak merek ritel asal Tiongkok yang berekspansi ke luar negeri menghadapi keterbatasan lokasi premium, persyaratan kredibilitas finansial yang tinggi dari pemilik properti, serta tantangan dalam memahami rantai pasok yang belum familiar. Selain itu, regulasi terkait desain dan konstruksi toko yang berbeda di setiap negara sering kali menyebabkan proses desain ulang berulang dan keterlambatan perizinan.

Sementara itu, ekspansi di sektor industri dan logistik menghadirkan tantangan tersendiri. Di Eropa, misalnya, perusahaan logistik asal Tiongkok mendapati bahwa preferensi terhadap kontrak sewa jangka pendek yang umum di Tiongkok tidak sejalan dengan praktik di Eropa yang umumnya mengharuskan komitmen sewa selama tujuh hingga sepuluh tahun. Di sisi lain, perusahaan yang membutuhkan fasilitas khusus, seperti gudang bersertifikasi untuk penyimpanan barang berbahaya, menghadapi keterbatasan pasokan serta persyaratan kepatuhan yang berbeda-beda di setiap negara.

"Kabar baiknya, sebagian besar tantangan tersebut dapat dihindari melalui perencanaan yang matang dan dukungan profesional yang tepat. Bagi perusahaan yang baru memulai ekspansi internasional, flexible office dapat menjadi solusi awal yang efektif. Model ini menawarkan efisiensi, komitmen jangka pendek, serta fasilitas yang lebih lengkap sehingga dapat mengurangi biaya awal untuk fit-out, furnitur, maupun dukungan administratif. Seiring berkembang dan stabilnya operasional, perusahaan dapat beralih ke ruang kantor konvensional dengan struktur biaya dan persyaratan yang lebih kompetitif," ujar Zhang.

"Tren Tiongkok+1 terus membuka peluang pertumbuhan bagi Indonesia. Kami melihat semakin banyak perusahaan Tiongkok yang mempertimbangkan Indonesia sebagai basis produksi maupun pusat operasional regional, sehingga mendorong permintaan terhadap berbagai aset properti komersial, mulai dari kawasan industri dan fasilitas logistik hingga ruang perkantoran. Salah satu temuan utama dalam riset ini adalah semakin meningkatnya kesadaran perusahaan Tiongkok bahwa ekspansi internasional yang sukses memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur dan strategis. Seiring meningkatnya kompleksitas operasional lintas negara, keberhasilan ekspansi tidak lagi cukup hanya dengan melihat peluang pasar, tetapi juga membutuhkan dukungan mitra yang tepat serta pemahaman yang mendalam terhadap dinamika pasar lokal guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan," ujar Country Head, JLL Indonesia Farazia.

Layanan yang paling banyak dicari meliputi dukungan pemilihan lokasi di pasar lokal, interpretasi regulasi dan kebijakan properti, riset pasar properti, hingga koordinasi desain dan konstruksi.

Menurut JLL, 82% perusahaan Tiongkok yang berekspansi ke luar negeri menghadapi tantangan tak terduga dalam proses pemilihan lokasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News