Selasa, 20 Agustus 2019 – 04:23 WIB

Petr Cech di Ambang jadi Legenda Usai Arsenal vs Liverpool

Jumat, 22 Desember 2017 – 12:28 WIB
Petr Cech di Ambang jadi Legenda Usai Arsenal vs Liverpool - JPNN.COM

jpnn.com, LONDON - Penjaga gawang Arsenal Petr Cech selangkah lagi jadi legenda. Syaratnya, kiper pensiunan Timnas Rep. Ceko itu harus mengawal gawangnya clean sheet dalam bentrok Arsenal vs Liverpool di Emirates, Sabtu (23/12) dini hari WIB.

Cech melakukannya dalam dua pekan terakhir Premier League. Sekali lagi main tanpa kebobolan, maka penjaga gawang berusia 35 tahun tersebut akan jadi kiper pertama yang mampu menyentuh 200 clean sheet di Premier League. ''Saya harap itu akan terjadi melawan Liverpool,'' ujar Cech seperti dikutip Express.

Namun, apa yang diharapkan Cech takkan semudah dia berkata. Faktanya, pensiunan kiper timnas Ceko itu tak banyak mencatatkan clean sheet ketika berhadapan dengan The Reds. Entah saat masih jadi kiper di Chelsea, atau tiga musim terakhir bersama The Gunners.

Dari 22 laga Premier League-nya melawan Liverpool, Cech sudah kebobolan 30 gol, per laga bisa kebobolan lebih dari satu gol. Clean sheet-nya? Hanya tujuh kali. Rata-ratanya sukses clean sheet hanya 31,8 persen. Bahkan, dari lima kali dia mengawal gawang Arsenal cuma satu kali clean sheet dia lakukan.

Empat laga terakhir, kebobolan 14 gol. Jumlah kebobolannya bisa saja bertambah seperti terakhir dihabisi empat gol di Anfield, 27 Agustus lalu. ''Saya bangga dengan rekor. Saya masih ingin lebih banyak lagi (clean sheet),'' koarnya. Di balik rekor clean sheet-nya selama 13 tahun, Cech menyebut ada tiga legenda di balik performanya.

Siapa ketiga legenda itu? Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, serta Iker Casillas. Cech, dalam wawancaranya kepada situs resmi klub mengungkapkannya. ''Peter Schmeichel, sebab di saat dia masih di Manchester United, dia panutan semua penjaga gawang, termasuk saya,'' ucap Cech.

Sementara, ada memori masa mudanya ketika dia menyebut Van der Sar sebagai penjaga gawang inspirasinya. "Semasa saya di Ajax, tim memanfaatkannya layaknya seorang bek ketika tim memerlukannya untuk mempertahankan penguasaan bola. Bukan sekedar goal kick ataupun menyelamatkan bola,'' tambahnya. (ren)

Clean Sheet Terbanyak Premier League

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar