Petugas Sensus Ekonomi dari BPS Bakal Masuk ke Rumah-Rumah Pelaku Usaha
jpnn.com - Badan Pusat Statistik menargetkan sensus ekonomi di Jawa Barat (Jabar) minimal bisa mendata 5,54 juta pelaku usaha dan sekitar 17,7 juta keluarga.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi seusai peluncuran sensus ekonomi 2026 bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan Subang, Minggu (21/6).
"Jumlahnya sangat banyak, ya, pelaku usaha mencapai jutaan, karena Jawa Barat ini penduduknya memang cukup banyak," kata Sonny.
Untuk menjangkau sasaran yang cukup banyak itu, dalam sensus ekonomi tahun ini BPS mengerahkan 40.573 petugas yang melakukan "door to door".
BPS juga menerjunkan pegawai organiknya untuk mendukung kegiatan sensus ekonomi di seluruh Indonesia, termasuk di kabupaten/kota di Jawa Barat.
Kegiatan sensus ekonomi di Jabar telah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, bahkan ada satu aplikasi sensus yang hanya ada di Jawa Barat.
"Ini mungkin satu-satunya di Indonesia. Jadi, di Jawa Barat ada namanya 'Jabar Eco Tech' (aplikasi). Pak gubernur menugaskan RT, RW dan seterusnya itu untuk melakukan eco tagging, pencatatan koordinat di tempat-tempat usaha," tuturnya.
Aplikasi itu akan menunjukkan saat petugas mendapati warung di lingkup RT RW. Selain itu, akan terpantau juga toko atau usaha apa pun yang ada di Eco Tech.
Badan Pusat Statistik menargetkan sensus ekonomi di Jawa Barat (Jabar) minimal bisa mendata 5,54 juta pelaku usaha dan sekitar 17,7 juta keluarga.
- INACRAFT Oktober Vol. 5, Cara Bank Mandiri Suntik Semangat Youthpreneurs Kriya Lokal
- Terbitkan NPPBKC untuk CV Rencong Makmur Sejahtera, Ini Harapan Bea Cukai Lhokseumawe
- BPS Ungkap Harga Beras Inflasi di 116 Kabupaten/Kota
- Harga Beras Naik, Bapanas Tambah SPHP & Bantuan Pangan
- Harga Daging Ayam Bergejolak, Bapanas Siapkan Strategi Distribusi
- Wamenkeu Sebut Angka Inflasi RI Lebih Baik Ketimbang AS dan Inggris
JPNN.com




