Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Dibuat Mati Kutu, Roberto Martinez Malah Membela
jpnn.com - Banyak pihak mempertanyakan keputusan Roberto Martinez yang membiarkan Cristiano Ronaldo bermain penuh saat Portugal kesulitan membongkar pertahanan RD Kongo di laga perdana Grup K Piala Dunia 2026.
Portugal harus mengawali turnamen dengan hasil kurang memuaskan setelah ditahan 1-1 oleh RD Kongo di Stadion Houston, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Ronaldo menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam pertandingan tersebut. Penyerang Al Nassr itu dinilai kesulitan memberikan ancaman berarti.
Namun, Pelatih Portugal Roberto Martinez tetap membiarkan anak asuhnya itu berada di lapangan hingga wasit meniup peluit panjang.
Martinez mengaku tidak pernah mempertimbangkan opsi menarik keluar Ronaldo.
Menurutnya, kehadiran Ronaldo sebagai salah satu penyerang tersubur dalam sejarah sepak bola tetap sangat dibutuhkan Portugal.
"Saat Anda membutuhkan gol, sulit untuk mengabaikan pemain yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pencetak gol terbaik dalam sejarah sepak bola," ucap Martinez.
Portugal sempat tampil meyakinkan setelah Joao Neves mencetak gol cepat pada menit keenam.
Cristiano Ronaldo tampil melempem saat Portugal ditahan RD Kongo. Namun, Roberto Martinez justru membiarkan sang megabintang 90 menit di lapangan.
- FIFA Investigasi Kericuhan Seusai Laga Final Piala Dunia 2026
- IShowSpeed Bagikan Momen Saat Bertemu BTS di Final Piala Dunia 2026
- Argentina Gagal Mempertahankan Piala Dunia, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Sangat Dalam
- Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026, FIFA Kena Tamparan Keras
- De Paul Meledak, Singgung Konspirasi Seusai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
- Lionel Messi Menghilang Saat Timnas Argentina Pulang, Ternyata Ini Alasannya
JPNN.com




