Pidato Politik Halida Hatta di Kantor PDIP: Merdeka Bukan Hanya Bebas dari Penjajahan
jpnn.com, PADANG - Putri Proklamator Mohammad Hatta, Halida Hatta, mengingatkan bahwa makna kemerdekaan Indonesia tidak berhenti pada terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemerdekaan dalam berpikir, kemandirian, dan kemampuan bangsa menentukan masa depannya sendiri.
“Indonesia merdeka, tetapi kita juga harus bisa menjamin bahwa kita merdeka dalam berpikir,” kata Halida dalam pidato politik pada pagelaran naratif-musikal bertema “Membaca Bung Hatta: Membaca Ulang Perjalanan Kebangsaan Minangkabau” di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Padang, Minggu (30/8) malam.
Halida mengatakan gagasan tersebut sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia menjadi negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut dia, kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata dan kemampuan bangsa membangun kekuatan dari dalam negeri. Hal itu penting agar Indonesia tidak hanya merdeka secara formal, tetapi juga memiliki kemandirian dalam menentukan arah pembangunan.
“Bung Hatta mengatakan setelah merdeka kita harus mengisi kemerdekaan itu dengan kerja yang baik,” ujarnya.
Halida juga mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut dia, perkembangan teknologi telah membuat akses terhadap informasi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan karena masyarakat dapat dengan cepat menerima informasi yang belum tentu lengkap dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai kita tergerus hanya percaya kepada informasi-informasi pendek, sepotong, dan juga yang mungkin kurang bertanggung jawab dalam penyaluran informasi,” kata Halida.
Halida juga mengajak masyarakat membaca kembali karya-karya Bung Karno dan Bung Hatta untuk memahami gagasan kebangsaan kedua tokoh tersebut secara lebih utuh.
- Prabowo Bisa Diadang 4 Poros di Pilpres 2029, Ada Solo hingga Cikeas
- Pujian Prabowo untuk Demokrat: Pernah Berkuasa, Pernah Tidak, tetapi Tak Caci Maki
- Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia, PDIP Sangat Kehilangan Sosok Berintegritas Peneliti Ide Bung Karno
- Legislator Minta BGN Benahi Sistem Keamanan MBG, Jangan Sampai Keracunan Berulang
- Deddy PDIP Nilai Pidato AHY soal Kekuasaan Bisa Ditafsirkan Sebagai Ketidakpuasan
- Angka Anak Muda Penganggur Tinggi, Pulung PDIP Kritisi Kebijakan Salah Timbulkan Korban
JPNN.com




