Pidato Presiden Prabowo Bikin PPPK Bertanya: Di Mana Kehadiran Negara untuk Kami?

Pidato Presiden Prabowo Bikin PPPK Bertanya: Di Mana Kehadiran Negara untuk Kami?
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). Foto : Ricardo

Namun, transformasi birokrasi tidak boleh hanya berarti perubahan status administrasi dari honorer menjadi PPPK paruh waktu.

Transformasi harus berarti perubahan menuju kehidupan yang lebih layak, kepastian kerja yang lebih baik, perlindungan yang lebih kuat, dan penghargaan yang lebih manusiawi terhadap pengabdian.

Jika seseorang yang sebelumnya berstatus honorer kemudian menjadi PPPK paruh waktu, tetapi masih menghadapi persoalan penghasilan dan ketidakpastian masa depan, maka pertanyaan kritis perlu diajukan, di mana letak transformasinya bagi kehidupan mereka?

Pertanyaan ini kata Renny, bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk harapan agar kebijakan pemerintah benar-benar menyelesaikan persoalan, bukan sekadar mengubah nomenklatur.

Dia menegaskan, memperjuangkan PPPK bukan berarti meminta perlakuan istimewa. PPPK hanya menginginkan kepastian, yaitu kepastian mengenai penghasilan yang layak, masa depan status kepegawaian, hak-hak sebagai ASN, dan pengembangan karier.

Sementara, bagi PPPK paruh waktu, kepastian mengenai jalan menuju status PPPK penuh waktu apabila memenuhi persyaratan dan kebutuhan organisasi.

"Kepastian tersebut penting agar para pegawai dapat bekerja dengan tenang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas Renny. (esy/jpnn)

Pidato Presiden Prabowo membuat PPPK bertanya-tanya di mana kehadiran negara untuk mereka?


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News