Pidato Saat Rakernas PDIP, Megawati Singgung Soal Politik Harus Dipakai Jadi Alat Pengabdian
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyebut politik sebenarnya barus dipakai sebagai alat pengabdian untuk rakyat, bukan medium mengejar jabatan atau popularitas.
Hal demikian dikatakan Megawati dalam pidato politik saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1).
“Seorang pejuang sejati tidak mengejar popularitas, melainkan tanggung jawab, tidak mencari pujian, melainkan pengabdian,” kata Presiden kelima RI itu.
Megawati mengingatkan seluruh kader PDIP untuk menjadikan setiap langkah politik sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar upaya meraih kekuasaan.
Menurut dia, politik yang kehilangan dimensi moral akan menjauh dari rakyat dan melupakan tujuan dasarnya sebagai alat untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.
“Sejarah tidak akan bertanya berapa jabatan yang pernah kalian duduki. Sejarah akan bertanya, di pihak siapa kalian berdiri ketika kebenaran diuji,” ujarnya.
Diketahui, PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate, dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya dalam Rakernas yang dilaksanakan dari 10-12 Januari 2026.
Adapun, Satyam Eva Jayate adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang".
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut politik sebaiknya tak dipakai untuk mengejar jabatan atau popularitas.
- Soroti Pengelolaan Lingkungan, Hasto PDIP: Tidak Ada yang Senang Diterpa Bencana
- Prabowo Bilang Ada Pihak yang Memolitisasi Bencana, Hasto: Bukan PDIP
- Belum Ada Parpol Dukung Gibran Jadi Wapres 2 Periode, Pengaruh Jokowi Mulai Hilang
- Instruksi Megawati, PDIP Beri Penghargaan Sukarelawan Sumatra
- Anggaran Tersedia, Ribka Minta Sukarelawan Kesehatan PDIP Kawal Pasien PBI
- Skor IPK Indonesia Merosot, Hasto Singgung Penegak Hukum Jadi Alat Kekuasaan
JPNN.com




