Senin, 22 Juli 2019 – 21:35 WIB

Pilkada Istanbul Diulang, Jagoan Erdogan Malah Kalah Makin Telak

Selasa, 25 Juni 2019 – 23:49 WIB
Pilkada Istanbul Diulang, Jagoan Erdogan Malah Kalah Makin Telak - JPNN.COM

jpnn.com, ISTANBUL - Beragam cacian pernah diarahkan kepadanya: teroris, pendukung kudeta, curang. Atau menyebutnya "dasar orang Yunani". Juga, menyamakan dia dengan Abdel Fattah El Sisi, penguasa Mesir, musuh besar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Tapi, toh Ekrem Imamoglu tetap melaju. Untuk kali kedua mempermalukan Erdogan dalam pemilihan wali kota (pilwali) Istanbul. Sekaligus juga mengirim sinyal kuat menurunnya kekuatan Erdogan dan kendaraan politiknya, AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan).

Imamoglu mengalahkan Binali Yildirim, kandidat jagoan AKP, dengan keunggulan lebih dari 800 ribu suara atau 54 persen pada pilwali Minggu lalu (23/6). Itu kemenangan dengan margin terbesar dalam pilwali di kota terbesar sekaligus terpenting Turki tersebut dalam 35 tahun terakhir.

Pilwali kali ini merupakan ulangan Maret lalu. Saat itu Imamoglu juga menang, tapi hanya dengan 13 ribu suara. Badan penyelenggara pemilihan tersebut, atas tekanan dari rezim yang berkuasa, membatalkan hasil tersebut dan memutuskan pilwali ulang. Ternyata AKP tetap kalah, dengan margin yang jauh lebih besar.

"Hasil (pilwali) ini menandai awal baru baik bagi kota maupun negara ini," ujar Imamoglu kepada para pendukungnya setelah mengetahui bahwa Yildirim tak mampu menyusul perolehan suaranya seperti dikutip AFP.

BACA JUGA: Erdogan Dihukum Rakyat, Partai AK Kalah Telak di Pilkada Serentak

Istanbul begitu penting bagi Erdogan. Di sanalah dia dilahirkan, lalu pernah memimpinnya sebagai wali kota. Modal politik itu pula yang membawanya ke kursi perdana menteri (PM) pada 2003 sebelum kemudian menjadi presiden 11 tahun berselang.

Karena itulah, Maret lalu, saat pilwali dinyatakan diulang, Erdogan dengan percaya diri mengatakan, "Siapa pun yang memenangkan Istanbul, memenangkan Turki." Ternyata kalkulasinya salah.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar