Pimpinan Komisi XIII Duga Ada Dalang di Balik Konten Hoaks Demonstrasi
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira membaca ada sebuah gerakan ketika marak penyebaran video demonstrasi mahasiswa yang dinarasikan kejadian baru tetapi peristiwa lama.
Hal demikian dikatakan Andreas menyikapi analisis peneliti Monash University Indonesia yang bilang ada dugaan pola tertentu menaikkan video lama demonstrasi mahasiswa sebagai aksi baru.
"Seperti analisis Monash University Indonesia, fenomena konten video demo lama yang diviralkan kembali seolah-olah kejadian baru ini merupakan sebuah pola yang sengaja dilakukan untuk menggiring opini publik,” kata dia kepada awak media, Senin (10/8).
Belakangan, beredar di media sosial konten-konten video demonstrasi mahasiswa dengan narasi yang menyebutkan adanya pembungkaman informasi karena tidak ada peliputan di media nasional.
Setelah ditelusuri, video yang beredar itu sebenarnya rekaman dari kejadian demonstrasi lama.
Monash University Indonesia menemukan ada pola tertentu untuk membuat video-video itu viral. Sebagian besar konten tersebut ternyata hasil retweet yang dinilai mustahil dilakukan secara manual.
Terlebih lagi, Monash University Indonesia juga menemukan fakta jeda waktu retweet dilakukan kurang dari satu detik.
Mereka juga melihat ada sejumlah pola lain yang dilakukan untuk memviralkan konten-konten hoaks tersebut, termasuk dengan menggunakan akun-akun tertentu.
Waka Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menganggap ada dalang di balik konten yang disebut demonstrasi besar tetapi tak diliput media.
- Angka Anak Muda Penganggur Tinggi, Pulung PDIP Kritisi Kebijakan Salah Timbulkan Korban
- Hendardi Apresiasi Polri Berhasil Mengawal Sejumlah Aksi
- Lawan Kemunduran Demokrasi, Pemimpin CALD Ungkit Pentingnya Liberalisme Kelas Pekerja
- Ungkit Bahaya Populisme Otoriter, Hasto PDIP Dorong Pelembagaan Partai
- Forum CALD di Yogyakarta Soroti Ancaman Populisme Global terhadap Demokrasi
- Fadlun: 10 Forum PPPK & PPPK Paruh Waktu Tetap Demo 7 September Bawa 4 Tuntunan
JPNN.com




