Selasa, 23 Juli 2019 – 14:02 WIB

Mekanisme Penetapan Caleg Terpilih di RUU Pemilu

PKB Mulai Usung Sistem Proporsional Tertutup

Selasa, 13 Desember 2011 – 21:12 WIB
PKB Mulai Usung Sistem Proporsional Tertutup - JPNN.COM

JAKARTA - Usulan PDI Perjuangan dalam RUU Pemilu agar caleg terpilih ditetapkan dengan sistem proporsional tertutup ternyata terus mendapat dukungan. Jika sebelumnya baru PKS yang memberi dukungan, kini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga seide dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

PKB yang sebelumnya memilih sistem proporsional terbuka, akhirnya berubah haluan dan mendukung pemberlakuan sistem proporsional tertutup. Artinya, partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu setuju jika pemilih cukup memilih gambar parpol di surat suara, sedangkan nomor urut caleg ditentukan oleh pengurus partai.

Anggota Pansus RUU Pemilu dari PKB, Abdul Malik Haramain, menyatakan, PKB telah melakukan kajian mendalam tentang sistem sistem pemilu yang ideal untuk 2014. Malik tak menampik masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun demikian, sistem proporsional tertutup dianggap lebih pas diterapkan.

"Kita sadar bahwa proporsional tertutup atau terbuka sama-sama memiliki kelebihan dan kelemehan. Namun untuk tujuan penguatan kelembagaan partai, sistem proporsional tertutup lebih pas diterapkan untuk Pemilu 2014," kata Malik kepada JPNN, Selasa (13/12).

Dipaparkannya, pertimbangan lain bagi PKB sehingga memilih proporsional tertutup karena sistem itu lebih bisa mengurangi persaingan tidak sehat antar-caleg dalam satu partai, maupun dengan partai lain. Malik menegaskan, pengalaman pemilu sebelumnya dengan sistem proporsional terbuka telah menjadikan persaingan cenderung bebas dan menggunakan segala cara termasuk politik uang.

"Tidak mudah mengatasi money politics. Di samping itu, pemberlakuan sitem proporsional tertutup jauh lebih sederhana, terutama untuk tahapan penghitungan atau rekapitulasi suara dan penetapan kursi," ulasnya.

Meski demikian ditegaskannya pula jika nantinya yang disepakati adalah sistem mekanisme proporsional tertutup, maka PKB tetap akan bersikap fair terhadap para bakal calegnya. Alasannya, PKB sudah memiliki mekanisme yang lebih terbuka dan melibatkan publik dalam menetapkan calegnya. "Mekanisme ini menempatkan prinsip obyektifitas dalam menentukan nomor urut caleg," tegasnya.

Sikap PKB itu memang bisa dikatakan berubah drastis. Sebab jauh-jauh hari sebelumnya, PKB justru mempersoalkan jika sampai sistem proporsional tertutup diterapkan.

Misalnya Awal Agustus lalu, Malik berpendapat bahwa meski potensi konflik antar caleg lebih tinggi namun sistem proporsional terbuka jauh lebih kuat dalam hal keterwakilan dibanding sistem proporsional tertutup. Malik saat itu juga mengatakan, keuntungan dalam sistem proporsional terbuka karena caleg-caleg  berlomba untuk mendekati konstituen sehingga terjadi komunikasi intens antara caleg dengan konstituennya. (ara/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar