JPNN.com

Insiden di Aceh Singkil

PKB: Toleransi Jangan Dikalahkan dengan Ini

Jumat, 16 Oktober 2015 – 22:40 WIB PKB: Toleransi Jangan Dikalahkan dengan Ini - JPNN.com

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq mengatakan peristiwa pembakaran gereja di Aceh Singkil tidak akan terjadi bila nilai-nilai toleransi antarumat beragama sebagai karakter bangsa benar-benar ditegakkan.

Namun, fakta yang terjadi justru toleransi dikalahkan oleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Yang lebih disayangkannya, Negara terbukti berkali-kali tidak hadir dalam berbagai kasus, seperti Tolikara hingga Aceh Singkil.

"Kenyataannya negara berkali-kali tidak hadir. Mulai dari Tolikara,k emudian kasus Aceh Singkil yang buat kita terkejut,” ujar Maman di gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/10).

Karena itu Maman mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengembalikan nilai toleransi sebagai karakter bangsa dan negara, sekaligus dijadikan spirit agama, jadi sebuah nilai perubahan dan perdamaian. Apalagi untuk kasus seperti di Aceh Singkil, tidak bisa menggunakan pendekatan perizinan.

"Perizinan itu harus didasari asas manfaat. Kalau rumah ibadah dipakai ya dipermudah IMB--nya, Jangan karena alasan IMB dihancurin. Ketidakadaan IMB tidak harus orang bakar gereja. Kalau saya lihat gereja dan tempat ibadah tidak usah dihancurin akan hancur sendiri kok, kalau tidak dimanfaatkan untuk ibadah," ujarnya.

Karena itu, Maman meminta masalah ini dibicarakan baik-baik, utamakan dialog sehingga peristiwa itu tidak terhjdi kembali. Karena menurut Maman, yang menjadi musuh agama itu bukan agama itu sendiri, tapi kebodohan, kemiskinan dan perpecahan. Bukan soal apakah rumah ibadah suatu agama punya IMB atau tidak.

“Coba kalau kita tanya semua masjid emang tidak punya IMB? Terus saja dipertanyakan soal izin. Yang terbaik hari ini munculkan toleransi misalnya di Manado ada satu masjid bisa berdampingan dengan gereja,” pungkasnya.(fat/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...