PLN Indonesia Power Bidik Proyek PLTS 495 MW di Bangladesh
jpnn.com, JAKARTA - PLN Indonesia Power menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan konglomerasi terkemuka asal Bangladesh, Bay Group.
Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Ziaur Rahman selaku Managing Director Bay Group sekaligus Chairman CUSP.
Kerja sama ini menandai langkah awal untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bangladesh dengan total potensi kapasitas mencapai 495 MW.
Inisiatif ini sejalan dengan rencana pengembangan proyek PLTS yang tengah dibuka Bangladesh Power Development Board (BPDB), mencakup 10 lokasi strategis di berbagai wilayah tersebut.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyampaikan kerja sama ini bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran di pasar global, khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan.
"Ini proyek yang pertama bagi kami di Bangladesh, besar harapan kami proyek ini akan berjalan dengan baik," kata Bernadus dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5).
Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power berpeluang berpartisipasi dalam proses tender sekaligus memperluas portofolio bisnis di sektor energi bersih.
Dalam kerja sama tersebut, Bay Group menunjuk anak usahanya yakni Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP), perusahaan afiliasi Denmark-Bangladesh yang fokus pada pengembangan energi surya.
PLN Indonesia Power membidik proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bangladesh.
- PLN Indonesia Power Bidik Ekspansi Bisnis di Kawasan Amlatkar
- Listrik Mati di Pekanbaru, Lebih 3 Jam, PLN Jadi Sorotan
- Hamdalah, Per Juni 2926 Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik
- Pemulihan Sistem Kelistrikan Skala Besar Harus Dilakukan Dengan Penuh Kehati-hatian
- Pet Byar
- Blackout di Sumatra, Pakar ITB Menyoroti Hal Ini
JPNN.com




