Plt Sekjen MPR: Empat Pilar Kebangsaan Perkuat Moderasi Beragama dan Keutuhan NKRI
Lanjut dia, pengaruh globalisasi dan kuatnya intervensi kekuatan global juga menjadi faktor eksternal yang memengaruhi kebijakan nasional.
Terlebih dengan adanya media sosial dengan peran seperti pisau bermata dua, yakni menjadi sarana kebaikan, di sisi lain berpotensi menjadi alat pemecah belah bangsa.
Karenanya dalam sosialisasi ini, para peserta dibagikan buku Empat Pilar MPR RI di antaranya terkait Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ada buku Ketetapan MPR, lalu ada buku penjelasan UUD, penjelasan TAP MPR, serta buku rangkuman.
Meski seluruh buku tersebut diterbitkan tahun 2004, Ibu Titi menekankan isinya masih sangat relevan dalam zaman saat ini.
“Buku Undang-Undang Dasar yang kecil itu memuat seluruh perubahan UUD 1945, mulai dari Amandemen Pertama hingga Amandemen Keempat. Semua sudah dijelaskan di sana dan sangat mudah dipelajari. Sekali lagi, jangan ditumpuk, silakan dimanfaatkan atau dibagikan, karena buku ini sering dicari oleh pelajar dan mahasiswa,” pesannya.
Ibu Titi juga mengingatkan terkait peran pendidikan budi pekerti yang duhulu sempat hilang dari kurikulum, namun dampaknya bisa dirasakan, khususnya dalam menghadapi tantangan adab dan sopan santun mulai berkurang saat ini.
“Ini menjadi PR bersama, terutama bagi para ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga," tegasnya.
Dia menyampaikan MPR sendiri terus melakukan berbagai kegiatan sosialisasi Empat Pilar, salah satunya melalui sosialisasi seperti ini, lomba cerdas cermat untuk pelajar SMA di seluruh provinsi, serta debat konstitusi untuk mahasiswa.
Ini pesan yang disampaikan Plt Sekjen MPR Siti Fauziah dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR yang digelar bekerja sama dengan PDA Aisyiyah Ponorogo
- Ketua Kelompok DPD RI di MPR: Jangan Jerat Anak Miskin dengan Angka Desil
- Budi Muliawan Ajak Generasi Muda Cianjur Kenali Filosofi Ngaos, Mamaos, dan Maenpo
- Di Hadapan Guru TK, Mohamad Toha Tekankan Pentingnya Tanamkan Adab bagi Anak Sejak Dini
- MPR Luncurkan Dua Buku, Senator Dedi: Semua Peristiwa Dalam Kehidupan Bernegara Harus Ditulis Sebagai Warisan
- MPR Luncurkan Dua Buku di Gedung Merdeka, Ahmad Muzani: Memori Konstitusi Tak Boleh Putus
- MPR Tak Mau Gegabah Amendemen UUD 1945, Muzani: Konsekuensinya Luar Biasa
JPNN.com




