PNM Temani Nasabah Mekaar di Desa Sade Melewati Masa Sulit
jpnn.com, LOMBOK TENGAH - PNM memastikan nasabah Mekaar tidak menghadapi masa sulit seorang diri di tengah bencana kebakaran di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Di balik rumah-rumah adat beratap alang-alang, banyak perempuan menjalankan usaha kecil, termasuk nasabah PNM Mekaar yang mengandalkan kerajinan tenun sebagai sumber penghasilan.
Kain songket dan selendang khas Sasak tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menopang perekonomian keluarga dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Rumah, alat tenun, hasil produksi, hingga kios-kios kecil tempat mereka menjajakan kerajinan kepada wisatawan turut terbakar.
Prinsip tersebut juga menjadi bagian dari respons PNM dalam menghadapi situasi bencana di berbagai wilayah.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya,” ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.
Semangat tersebut diterapkan PNM Peduli di Desa Adat Sade dengan terlebih dahulu melihat kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.
Kehadiran PNM Peduli di Desa Adat Sade menunjukkan respons terhadap kondisi nasabah terdampak dilakukan dengan cepat sekaligus mempertimbangkan kebutuhan nyata.
- PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas Bagi Nasabah
- Perluas Akses Kesehatan, Ambulans PNM Peduli Disalurkan ke 15 Wilayah
- PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun
- Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Warisan Batik Nusantara
- Bantuan PNM Bersama BRINS 'Hidupkan' Harapan Warga Sade PascaKebakaran
- Bersama PNM Mekaar, Blangkon Jawa Tetap 'Hidup' di Tengah Zaman
JPNN.com




