Polda Riau Tangkap Pemangku Adat Makelar 113 Ribu HA Kawasan Konservasi TNTN
jpnn.com, PEKANBARU - Ditreskrimsus Polda Riau kembali mengungkap kasus perambahan hutan skala besar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Kali ini, aparat menangkap seorang tokoh adat atau Batin berinisial JS, yang diduga menjadi aktor utama dalam praktik jual-beli ilegal lahan konservasi dengan dalih tanah ulayat.
Penangkapan JS merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya, yang menjerat tersangka DY, pelaku yang telah lebih dulu diamankan dan kini telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
“Dari hasil penyidikan, DY menerima hibah lahan seluas 20 hektare dari JS, dengan membayar sejumlah uang. JS mengklaim bahwa lahan tersebut merupakan bagian dari tanah ulayat miliknya seluas 113 ribu hektare,” ungkap Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan Senin (23/6).
Namun setelah dilakukan verifikasi oleh ahli kehutanan dan tim penyidik, klaim tanah ulayat tersebut dinyatakan tidak sah secara hukum.
Berdasarkan data, kawasan TNTN memiliki luas sekitar 81 ribu hektare, yang statusnya adalah kawasan konservasi yang dilindungi.
“JS ini adalah pemangku adat atau Batin Puncak Rantau. Berdasarkan penyelidikan, ia tidak hanya menjual kepada DY, tapi telah membagikan dan memperjualbelikan lahan kepada lebih dari 100 orang,” jelas Irjen Herry.
Alumni Akpol 1996 ini menegaskan komitmennya dalam menjaga kawasan konservasi dan tidak akan mentolerir penyalahgunaan identitas adat untuk kepentingan pribadi atau kejahatan lingkungan.
JS diduga memanfaatkan statusnya sebagai pemangku adat untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengklaim dan menjual tanah dalam kawasan konservasi TNTN.
- Ada Indikasi Penebangan Pohon di Hutan Dekat IKN, Siapa Pelakunya?
- KPK Panggil Dirut Millenium Solusi Abadi di Kasus Suap Muara Enim
- Dalami Korupsi Iklan Bank, KPK Periksa 5 Saksi
- Forum CALD di Yogyakarta Soroti Ancaman Populisme Global terhadap Demokrasi
- Bareskrim Ungkap Judi Online dengan Transaksi Rp1,03 Triliun
- 8 Perusahaan Dilaporkan ke Polda Kalbar terkait Karhutla
JPNN.com




