Polemik Ceramah Jusuf Kalla Soal Mati Syahid, Menteri HAM Pigai Merespons Begini
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengimbau agar polemik yang muncul akibat pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), diselesaikan melalui mekanisme dialog.
Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi ketegangan sosial yang dipicu oleh perbedaan pandangan.
Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menilai pendekatan non-litigasi lebih efektif dalam meredam konflik dibandingkan langkah hukum, khususnya dalam isu yang sensitif seperti agama.
“Saya Menteri HAM tidak sepakat dengan laporan polisi terhadap Pak JK. Saya tolak tegas. Terus terang tidak ada manfaatnya juga,” ujar Pigai.
Ia menilai penyelesaian melalui klarifikasi dan komunikasi terbuka dapat mencegah eskalasi konflik sekaligus menjaga kohesi sosial di masyarakat.
Menurut dia, Jusuf Kalla sebagai tokoh nasional tidak tepat langsung diasumsikan memiliki niat mendiskreditkan kelompok tertentu.
“Pak JK itu negarawan, mantan wapres saya tidak yakin ada intensi buruk untuk mendiskreditkan agama tertentu,” katanya.
Pigai menegaskan bahwa jika terdapat pernyataan yang dipersoalkan, mekanisme dialog harus menjadi pilihan utama sebelum menempuh jalur hukum.
Menteri HAM Natalius Pigai mengimbau agar polemik yang muncul akibat pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), diselesaikan melalui dialog
- Menteri HAM Natalius Pigai Bicara Penyelesaian Konflik Papua, Begini Pernyataannya
- Pigai Batalkan Wacana Bentuk Tim Asesor untuk Aktivis HAM, Alasannya Begini
- Menteri Pigai: Cukup Pak Amien Rais Meminta Maaf
- Paskah Nasional GAMKI: Teladani Wolter Monginsidi dan Sam Ratulangi, Lawan Krisis!
- Michael Wattimena Maju di Kongres PIKI, Siap Bawa Organisasi Kristen Berintelektual
- JK Klarifikasi Tuduhan Penistaan Agama, GAMKI: Tak Sesuai Substansi
JPNN.com




