Polisi Bongkar Pembuatan Uang Palsu Rp 36 Miliar, Dua Residivis Terlibat
jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Polisi membongkar tempat produksi uang palsu senilai Rp 36 miliar di Ruko Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Dalam kasus ini Polda Metro Jaya mengungkap keterlibatan dua orang residivis dalam sindikat kasus ini.
?Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Viktor menyatakan dua dari empat tersangka yang ditangkap merupakan mantan narapidana tindak pidana serupa pada tahun 2019 dan 2022.
?"Di antara empat orang yang kami amankan, dua di antaranya adalah residivis tindak pidana yang sama pada tahun 2019 dan 2022," kata Viktor dalam keterangannya di Tangerang Selatan, Sabtu.
?Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar produksi uang palsu berskala besar pecahan Rp100.000 dengan total nilai konversi Rp36 miliar di kawasan Ruko Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budhi Hermanto menegaskan dari pengungkapan ini polisi mendapatkan barang bukti berupa perangkat mesin cetak, tinta dan lembaran uang palsu dengan total 360.000 lembar pecahan Rp100.000.
"Jadi, ini bukan sekadar mengamankan lembaran menyerupai uang kertas, melainkan upaya menjaga simbol kedaulatan negara dan instrumen pembayaran yang sah," ujarnya dalam konferensi pers di Tangerang Selatan, Sabtu.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Viktor menjelaskan temuan pabrik produksi uang palsu ini bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti jajaran Subdit 2 Ekonomi dan Perbankan pada Jumat (21/8) sekitar pukul 22.00 WIB.
Polisi membongkar tempat produksi uang palsu senilai Rp 36 miliar di Kota Tangerang Selatan.
- 1 Keluarga Ditemukan Tewas di Tulang Bawang, Polisi Temukan Luka Akibat Sajam
- Polisi Tahan Pemodal & Kepala Kongsi Pengolahan Emas Ilegal di Gorontalo
- Beraksi 28 Kali di Jakarta Pusat, Penjambret Akhirnya Diringkus Polisi
- Ganti Slogan Presisi, Polri Era Jenderal Suyudi Pakai Tagline Polisi Bersama Masyarakat
- Mengaku Pernah Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Oknum Kiai Dilaporkan ke Polisi
- Kematian Siswa SD di Pemalang Diselidiki Polisi
JPNN.com




