Polisi: Perawat RSHS Bandung yang Salah Serahkan Bayi Langgar SOP
jpnn.com, BANDUNG - Polisi masih menyelidiki laporan kasus dugaan penculikan yang dilakukan seorang perawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berinisial N.
Sejauh ini, ada delapan saksi yang telah dimintai keterangan oleh polisi.
"Penyelidik Subdit 2 Ditres PPA-PPO Polda Jabar telah melakukan langkah interview terhadap saksi-saksi," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan di Mapolda Jawa Barat, Jumat (1/5/2026).
Delapan saksi tersebut yakni Nina Saleha selaku saksi pelapor, suami dari Nina berinisial RS, Direktur Medik dan Keperawatan berinisial IAR, Kepala Ruangan NHCU berinisial TH, Tenaga Pengadministrasian Umum NHCU berinisial IHP, Penanggung jawab Keamanan Gedung MCHC berinisial DP, Perawat Ruangan NHCU berinisial J, dan N selaku perawat sekaligus saksi terlapor.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap terlapor N, N mengaku menyerahkan bayi Nina ke orang lain karena pikirannya terdistraksi.
Selain itu, N memutuskan untuk melepas gelang yang jadi tanda dari bayi Nina karena gelang itu sudah pudar warnanya.
"Terdistraksi atau teralihkan pikiran Saudari N dengan jadwal pemberian susu karena sudah waktunya," ucap dia.
Selain itu, polisi mengungkapkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan, N dipastikan melanggar SOP yang berlaku di rumah sakit.
Polda Jabar mengungkapkan hasil penyelidikan sementara terhadap perawat RSHS Bandung yang salah menyerahkan bayi Nina Saleha kepada orang lain.
- Menunggu Persidangan, Taufik Hidayat Ditempatkan di Sel Khusus Lapas Jelekong
- Fakta Baru Kasus Mayat Wanita Terbungkus Kardus di Bandung, Korban Tewas Sudah 2 Hari
- Kasus Taufik Hidayat Segera Disidangkan, Keluarga Korban Ingin Pelaku Dihukum Seberat-beratnya
- Taufik Hidayat Penyiksa YTR di Bandung Segera Disidang
- Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Heluo Sukses Digelar
- Sebaran Abu Vulkanik, Kegiatan Belajar Siswa di Kota Bandung dan Cimahi Masih Normal
JPNN.com




