Polisi Usut Proses Rekrutmen ABK MT Shi Xing yang Terombang-ambing di Perairan Myanmar

Polisi Usut Proses Rekrutmen ABK MT Shi Xing yang Terombang-ambing di Perairan Myanmar
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Andyka Aer, Kamis (25/9/2025). (ANTARA/Laily Rahmawaty.)

"Mereka dijanjikan gaji akan dibayar setelah proses docking kapal selesai," ujar Andyka.

Menurut keterangan yang diperoleh,  Rizki dan enam ABK lainnya direkrut dari Batam dan diberangkatkan ke Belawan, Sumatera Utara. Mereka ditugaskan untuk mengirimkan kapal ke Malaysia untuk keperluan docking.

Tetapi, lanjut dia, karena biaya docking di Malaysia mahal, kapal mereka dialihkan ke Myanmar. Namun, sesampainya di perairan Myanmar kapal tidak diizinkan docking karena surat izin kapalnya tidak lengkap.

"Ke Myanmar mereka tidak diterima karena dokumen kapal tidak lengkap, akhirnya mereka tidak jadi melakukan docking, luntang-lantung di perairan Myanmar," ujarnya.

Saat ini, kata dia, tujuh ABK kapal MT Shi Xing itu sudah mendapatkan bantuan dari KBRI di Yangon yang mengeluarkan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Myanmar agar ketujuh ABK WNI dapat melakukan "sing off" dan dipulangkan ke Indonesia.

"Informasi yang kami peroleh, ketujuh ABK WNI sudah mendapat bantuan dari KBRI di Yangon. Rencananya hari ini atau besok mereka akan diizinkan ke Thailand, setelah itu proses pemulangan," katanya.

Namun, Andyka belum bisa memastikan pemulangan 7 ABK WNI ini apakah langsung ke Batam, atau ke Belawan.

Sementara itu, istri dari Juanda menjelaskan suaminya bekerja di kapal ikan, dan kerap merekrut ABK untuk dipekerjakan.

Polda Kepri mengusut proses rekrutmen tujuh WNI yang dipekerjakan sebagai ABK MT Shi Xing yang terombang-ambing di laut Myanmar sejak Juli 2025.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News