Polisi Usut Proses Rekrutmen ABK MT Shi Xing yang Terombang-ambing di Perairan Myanmar

Polisi Usut Proses Rekrutmen ABK MT Shi Xing yang Terombang-ambing di Perairan Myanmar
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Andyka Aer, Kamis (25/9/2025). (ANTARA/Laily Rahmawaty.)

Penyidik belum dapat menghubungi Juanda yang menurut keterangan istrinya saat ini berada di Aceh.

"Kami sudah menghubungi Juanda via telepon dan pesan WA, tetapi tidak direspons. Namun, dia memberi kabar kepada istrinya," ungkapnya.

Terkait peristiwa ini, kata Andyka, pihaknya masih menyelidiki apakah ada unsur tindak pidana terkait perdagangan orang (TPPO) atau undang-undang Cipta Kerja, atau pelayaran. Karena, Rizki direkrut memang sesuai kualifikasi, memiliki linsensi pekerja di bidang pelayaran.

Pihaknya sudah menerima laporan dari istri dan kakak Septia Rizki yang dilayangkan ke Unit TPPO Ditreskrimum Polda Kepri pada Senin (20/10).

"Laporannya kami arahkan ke pengaduan masyarakat (dumas), belum laporan polisi, kami masih menunggu Rizki pulang untuk dimintai keterangan," katanya.

Ketujuh ABK WNI itu dilaporkan terlantar di perairan Myanmar sejak Juli 2025. Mereka direkrut dari Batam dan berangkat melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, pada 5 Mei 2025.

Kapal itu awalnya dijadwalkan docking di Malaysia, tetapi justru dialihkan ke Myanmar. Para ABK belum menerima gaji sejak Juli, tidak memiliki dokumen kerja resmi dan mengalami kekurangan logistik.(antara/jpnn)

Polda Kepri mengusut proses rekrutmen tujuh WNI yang dipekerjakan sebagai ABK MT Shi Xing yang terombang-ambing di laut Myanmar sejak Juli 2025.


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News