POLTERA Siap Jadi Pusat Inovasi KEK Tembakau Madura
jpnn.com, MADURA - Komunitas Muda Madura (KAMURA) menggelar Seminar Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) di Politeknik Negeri Madura (POLTERA), Sampang, sebagai bagian dari penyusunan Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.
Forum ini menjadi langkah awal merumuskan dasar akademik dan arah kebijakan pengembangan kawasan tembakau berbasis teknologi dan hilirisasi industri.
FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, anggota DPR RI Eric Hermawan, Direktur POLTERA Laily Ulfiyah, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Hamka, hingga perwakilan dinas, HIPMI, ulama, petani, dan mahasiswa.
Kehadiran beragam pihak ini diperlukan agar naskah akademik yang disusun mencerminkan kebutuhan riil daerah dan potensi ekonomi tembakau.
Direktur POLTERA, Laily Ulfiyah, menegaskan bahwa penyusunan naskah akademik harus berangkat dari persoalan nyata di lapangan.
“Semua inovasi ini lahir dari masalah nyata dan ditransformasi menjadi solusi yang berdampak,” ujarnya.
Dia menyatakan bahwa POLTERA siap memperkuat fondasi akademik KEK melalui riset dan inovasi teknologi.
“KEK membutuhkan ekosistem berbasis teknologi agar mampu mengolah potensi lokal menjadi nilai tambah,” kata Laily.
POLTERA tegaskan siap menjadi pusat inovasi dalam penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura.
- Penyeragaman Bungkus Rokok Dinilai Sebagai Langkah yang Keliru
- Aturan Turunan PP 28 Tahun 2024 Dinilai Ancam Serapan Tembakau Lokal
- PR Budi Sejahtera Kantongi NPPBKC dari Bea Cukai, Siap Perkuat Industri Hasil Tembakau
- Presiden Diminta Tunda Aturan Turunan PP Kesehatan yang Dinilai Ancam Industri Tembakau
- Kesadaran Kesehatan Meningkat, Perokok Dewasa Beralih ke Produk Tembakau Alternatif
- Turun ke Lapangan, Bea Cukai Pantau Harga Hasil Tembakau dan Edukasi Pedagang
JPNN.com




