Potensi Investasi di KEK Capai Rp846 Triliun dalam Beberapa Tahun
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyatakan terjadi peningkatan investasi yang signifikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Tren positif itu muncul di tengah berbagai tantangan terkait isu kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Susiwijono mengeklaim adanya lonjakan investasi yang besar di beberapa industri KEK, salah satunya pada industri manufaktur.
"Di Kawasan Ekonomi Khusus hampir semuanya, khususnya yang berbasis industri manufaktur, investasi terjadi peningkatan yang luar biasa," uja Susiwijono di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Senin (6/7).
Susiwijono mengungkapkan bukti peningkatan investasi tersebut terlihat dari pengembangan tiga KEK industri manufaktur besar, yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang.
Ketiga kawasan tersebut saat ini dilaporkan sedang dalam proses mengajukan perluasan wilayah, karena tingginya minat investor.
Permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan tersebut tercatat rata-rata mencapai dua kali lipat dari luas area yang tersedia saat ini.
Ekspansi tersebut dinilai mendesak dilakukan, karena kapasitas lahan yang ada sudah tidak lagi mencukupi.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyatakan terjadi peningkatan investasi yang signifikan di KEK.
- ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia
- Industri Alas Kaki & Tekstil Indonesia Unjuk Gigi di LF–IGT Expo 2026
- Jateng Masih Magnet Investasi, Perusahaan Australia Tanamkan USD 350 Juta di Batang
- Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit Diresmikan
- Kemenko Perekonomian Respons soal Pengenaan Tarif Impor 10 Persen dari AS
- Kena Tarif Impor AS 10 Persen, Pemerintah RI Agresif Buru Pasar Ekspor Alternatif
JPNN.com




