Potensi Investasi di KEK Capai Rp846 Triliun dalam Beberapa Tahun
"Kenapa? Karena yang ada sekarang sudah full utilized," katanya jelas.
Tingginya keterisian lahan ini berdampak pada antrean investasi baru yang ingin masuk ke KEK.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan area pengembangan baru guna memfasilitasi kebutuhan lahan bagi para calon investor tersebut.
Fenomena itu menegaskan iklim investasi di Indonesia tetap kondusif dan memiliki daya tarik tinggi bagi Foreign Direct Investment, khususnya di industri manufaktur.
Hampir seluruh pengelola KEK, terutama yang berskala besar, kini sedang memproses dokumen perluasan kawasan mereka.
Susiwijono mengungkapkan pihaknya telah menerima konfirmasi mengenai potensi nilai investasi yang fantastis.
Berdasarkan data terakhir, angka potensi investasi tersebut mencapai Rp 846 triliun.
"Rp 846 triliun dalam beberapa tahun ke depan," imbuhnya. (rom/jpnn)
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyatakan terjadi peningkatan investasi yang signifikan di KEK.
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah
- Kemenko Perekonomian Klarifikasi Soal Istilah Emas di Bawah Bantal
- DCC Mulai Operasikan Fasilitas CTP Binder Pertama di Indonesia
- ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia
- Industri Alas Kaki & Tekstil Indonesia Unjuk Gigi di LF–IGT Expo 2026
- Jateng Masih Magnet Investasi, Perusahaan Australia Tanamkan USD 350 Juta di Batang
- Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit Diresmikan
JPNN.com




