Prabowo Instruksikan Bunga Kredit Keluarga Prasejahtera di Bawah 9 Persen
jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penurunan bunga kredit bagi keluarga prasejahtera menjadi di bawah 9 persen.
Dalam arahannya, Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan kemampuan permodalan nasional dinilai cukup untuk mendukung kebijakan kredit berbunga rendah bagi masyarakat prasejahtera.
"Permodalan Nasional Madani untuk kredit keluarga prasejahtera dari 24 persen kami turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen," ujar Prabowo seusai menyaksikan penyerahan hasil denda administratif dan lahan kawasan hutan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejaksaan Agung, pada Rabu (13/5).
Adapun hsil denda berupa uang sebesar Rp 10,2 triliun dan lahan seluas 2,3 juta hektare diserahkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut dia, kondisi saat ini masih menunjukkan ketimpangan karena masyarakat miskin justru menghadapi bunga pinjaman lebih tinggi dibanding kelompok masyarakat mampu.
Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap sistem pembiayaan dan hambatan yang selama ini terjadi.
"Masa orang miskin bunganya lebih besar dari orang kaya terus-menerus. Kami akan pelajari di mana sistem kita lemah, di mana kekurangan kita," kata dia.
Prabowo menegaskan, arah kebijakan ekonomi pemerintah harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Prabowo menegaskan bahwa kemampuan permodalan nasional dinilai cukup untuk mendukung kebijakan kredit berbunga rendah bagi masyarakat prasejahtera.
- Bertemu Prabowo, Menlu Qatar Sebut Negaranya Berinvestasi Rp 70 Triliun
- Rapat Minggu Malam, Presiden Prabowo Menyampaikan Instruksi
- Fuad Bawazier: Isu Ganti Menkeu Purbaya Bagian dari Cipta Kondisi
- Fernando Emas Ingatkan Presiden Prabowo untuk Mewaspadai Reformasi 1998 Jilid II
- Prabowo Baca Surat Siswa SMK Negeri 1 Sorong, Isinya Begini
- Inilah Perintah Presiden Prabowo kepada Mendikdasmen, Segera!
JPNN.com




