Prabowo: Kalau Dikritik Justru Saya Terbantu, Itu Menyelamatkan Saya
jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat.
Menurut dia, kritik justru penting untuk membantu pemerintah mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan.
Dia mengatakan, wajar bila seseorang merasa tidak nyaman saat menerima kritik atau koreksi.
Namun bagi dirinya, kritik justru menjadi pengingat dan bentuk perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.
“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur kalau saya dikoreksi. Saya dibantu, saya diamankan,” ucap Prabowo saat memberi sambutan di Perayaan Natal Nasional, Jakarta, pada Senin (5/1).
Prabowo kemudian mencontohkan satu peristiwa di mana kritik masyarakat membuatnya mengevaluasi kembali langkah yang diambilnya.
Kala itu, Prabowo menegaskan bahwa dia berusaha mencerna dan menyikapi kritik tersebut seobjektif mungkin.
“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yg teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” kata dia.
Menurut dia, kritik justru penting untuk membantu pemerintah mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan.
- Mengaku Berkomitmen Tangani Karhutla, Prabowo: Ini Prioritas
- Sebentar Lagi Pak Presiden Ultah, Jangan Lupa Keppres Peralihan PPPK 35+ ke PNS
- Prabowo: Pemadaman Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Menjadi Perhatian
- Herman Deru Turun Langsung ke Titik Karhutla OKI, Aksinya Disorot Prabowo
- Heru Subagia: Merangkul Anies, Ganjar, dan Mahfud ke Kabinet Bukan Solusi Demokrasi
- Putu Rudana: Museum Perkuat Kepribadian Bangsa dan Muliakan Kebudayaan Nusantara
JPNN.com




