Prabowo Mahathir
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - Presiden Prabowo Subianto akan jadi Mahathir Mohamad-nya Indonesia?
Lihatlah langkah Mahathir di tahun 1981: Malaysia mengambil alih perusahaan perkebunan terbesar Inggris di Malaysia. Yakni Guthrie Plantation.
Tahun berikutnya dua perusahaan Inggris lagi diambil alih: Golden Hope dan Sime Darby.
Nama Mahathir tidak muncul dalam transaksi menghebohkan dunia saat itu. Yang dipakai Mahathir adalah dua tokoh profesional perbankan: Tun Ismail Mohamad Ali dan Abdul Khaled Ibrahim.
Saking hebohnya, pengambilalihan itu sampai dikenal dalam sejarah bisnis dengan sebutan "Serangan Fajar": Dawn Raid.
Nama Prabowo juga tidak muncul dalam transaksi menghebohkan di Kalimantan pekan lalu: kendali PT Bayan Resources dibeli oleh Haji Isam –orang asli Kalsel keturunan Bugis Makassar.
Sama dengan yang dilakukan Mahathir: kilat. Mendadak. Tiba-tiba. Tahu-tahu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia itu pindah dari Low Tuck Kwong ke Haji Syamsuddin 'Isam' Arsyad.
Di tahun 1981 itu, Tun Ismail menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Malaysia. Khaled Ibrahim sebagai CEO BUMN Malaysia. Dua orang itulah yang merancang Serangan Fajar di London.
Presiden Prabowo akan jadi Mahathir Mohamad-nya Indonesia? Lihatlah langkah Mahathir pada 1981: Malaysia mengambil alih perusahaan perkebunan terbesar Inggris.
- Golkar Tetap Bareng Prabowo di 2029, Jokowi Sulit Bermanuver
- Bahlil Jadi Cawapres Prabowo di 2029? Begini Analisis Efriza
- Hanya Dua Partai Politik Tetap Setia kepada Prabowo hingga Pilpres 2029
- Prabowo Bisa Diadang 4 Poros di Pilpres 2029, Ada Solo hingga Cikeas
- Target Selawat
- Merespons Pidato AHY, Idrus Golkar Nilai Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Kekuatan Politik
JPNN.com




