Prabowo Minta Pembangunan PLTS Dikebut demi Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis, termasuk pengembangan PLTS berkapasitas besar.
Menurut dia, pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam skala besar.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan program ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis diesel.
“Evaluasi terkait beberapa program terutama tadi bersama Danantara kaitannya dengan program PLTS 100 Giga,” ujar Brian usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, pada Selasa (21/4).
Brian menuturkan bahwa Prabowo secara langsung meminta agar pelaksanaan program tersebut dipercepat, khususnya untuk menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel yang masih digunakan di berbagai wilayah.
“Jadi, tadi dari hasil rapat yang sudah dilakukan antara Danantara, PLN dan juga para ahli di kementerian dan beberapa perguruan tinggi ditargetkan tahun ini 10 giga yang diesel,” jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa pengurangan penggunaan pembangkit diesel akan diimbangi dengan penambahan kapasitas energi terbarukan, terutama PLTS.
Berdasarkan perhitungan bersama antara Kementerian ESDM, PLN, Danantara, serta para akademisi, terdapat potensi instalasi PLTS hingga 17 gigawatt dalam waktu dekat.
Menurut dia, pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi bersih melalui pembangunan PLTS dalam skala besar
- Datangi Istana, Chatib Basri Bantah Kabar Bakal Jadi Pengganti Purbaya
- Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
- Chatib Basri Datangi Istana untuk Bertemu Prabowo, Ada Luhut Juga, Bahas Apa?
- Survei Indopol: Approval Rating Prabowo Turun Drastis ke 59,75%
- Menaker Yassierli Beberkan Program Prabowo untuk Tenaga Kerja Masa Depan
- Qodari: Buku 'Presiden Solusi' Hadir untuk Jawab Masalah Publik dengan Fakta
JPNN.com




