Prada Lucky Namo Diduga Tewas Dianiaya Senior, Keluarga Buka Suara
jpnn.com - Orang tua anggota TNI Prada Lucky Namo meminta terduga pelaku yang menganiaya anak mereka dihukum mati.
Prada Lucky meninggal 6 Agustus 2025 diduga akibat dianiaya seniornya.
Penganiayaan diduga terjadi saat korban bertugas baru dua bulan di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere Nagekeo, NTT.
"Saya ingin agar negara hadir dan mengungkap pelaku dan penyebab kematian anak saya," kata Sersan Mayor Christian Namo di Kupang, Jumat (8/8/2025).
Christian mengaku kecewa karena dua rumah sakit di Kota Kupang, yakni RS Tentara dan RS Polri menolak untuk mengautopsi, untuk mengetahui penyebab kematian dari anaknya.
Almarhum Prada Lucky Namo merupakan anggota TNI yang baru 2 bulan menjadi anggota TNI.
Seusai sah menjadi anggota TNI dia langsung ditempatkan di Batalion Pembangunan 843.
Batalion itu merupakan Batalion yang baru mendarat di daerah itu kurang lebih satu bulan untuk membantu pembangunan masyarakat di daerah tersebut.
Anggota TNI Prada Lucky Namo tewas setelah diduga dianiaya senior di daerah tugas. Keluarga minta pelaku dihukum mati.
- Imbas Erupsi Ile Lewotolok, Penerbangan Wings Air ke Lembata dan Larantuka Dibatalkan
- Gubernur Ahmad Luthfi Ringankan Beban Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
- Kebakaran Pasar di Paniai Timur, 11 Orang Meninggal Dunia
- Berita Duka, Jaro Saidi Putra Meninggal Dunia, Kami Turut Berbelasungkawa
- 3 Pekerja Tewas saat Kebakaran di KEK Sei Mangkei
- Tiga Orang Jadi Tersangka Pengeroyokan Dua Anggota TNI di Jambi
JPNN.com




