Pramono Berencana Terbitkan Obligasi Jakarta, Menkeu Purbaya Merespons Begini
jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menerbitkan obligasi Jakarta.
Menkeu Purbaya mengaku pihaknya belum menerima surat permohonan resmi mengenai rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun pada 2027 tersebut.
Dia pun mengaku bingung lantaran wacana penerbitan obligasi tersebut sudah disampaikan di media massa sebelum adanya pertemuan resmi dengan Kementerian Keuangan.
"Dia belum mengirim surat ke kami secara resmi, jadi, saya enggak tahu sebetulnya," kata Menkeu Purbaya di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9).
Namun demikian, Menkeu Purbaya mengingatkan soal risiko pinjaman daerah yang bisa berujung masalah, terkait rencana tersebut.
Dia mengambil pelajaran dari negara di Amerika Latin, seperti Brasil, yang pernah mengizinkan pemerintah daerahnya menerbitkan surat utang secara terpisah dari pusat.
Lalu, kondisi itu ternyata menyebabkan akumulasi utang daerah di negara tersebut membengkak secara keseluruhan sampai mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Menkeu Purbaya mengatakan bahwa dampak penumpukan utang yang berisiko membebani pemerintah pusat seperti itu harus dicegah.
Menkeu Purbaya merespons wacana penerbitan obligasi daerah oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
- Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Perkuat Kapasitas Fiskal Jakarta
- Kasus Influenza A di Jakarta Naik 15 Persen, Pramono Anung Tegaskan Status Masih Aman
- Mulai 2027, Enam Golongan Ini Bakal Bisa Naik Transportasi Gratis di Jakarta
- Pelajar & Mahasiswa Tak Mampu di Jakarta Bakal Bisa Naik Transportasi Gratis
- Pemprov DKI Bersiap Mengocok Ulang Aturan Ganjil Genap, Pramono Bilang Begini
- Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik dari New York
JPNN.com




