Pramono Revitalisasi 2 Pasar, Masing-masing Telan Anggaran Rp 10 Miliar
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa pasar tradisional memiliki peran strategis dalam kehidupan warga Jakarta.
Untuk itu, revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pasar dengan fasilitas yang bersih dan nyaman, disertai penataan zonasi pedagang, hingga menggunakan digital dalam proses transaksi.
“Jakarta akan terus merapikan pasar-pasar tradisional. Dari total 153 pasar, saat ini lebih dari 60 pasar sudah menerapkan sistem pembayaran digital secara penuh,” ujar Gubernur Pramono di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4).
Revitalisasi Pasar Gardu Asem yang berlokasi di Kemayoran dilakukan di atas lahan seluas 1.735 meter persegi.
Saat ini, terdapat 208 pedagang eksisting yang direlokasi sementara ke Pasar Nangka Bungur selama proses pembangunan.
Ke depan, pasar ini akan memiliki kapasitas 80 kios dan 128 los untuk menampung 208 pedagang.
Sementara itu, Pasar Kramat Jaya di Cilincing merupakan pasar yang dibangun di lahan baru seluas 2.617 meter persegi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa pasar tradisional memiliki peran strategis dalam kehidupan warga Jakarta.
- Pramono Wajibkan Seluruh Pasar di Jakarta Harus Kelola dan Pilah Sampah Sendiri
- Pemprov DKI Operasikan Alat Pengolah Sampah Jadi Pupuk di Pasar Kramat Jati
- Gubernur DKI Tegaskan Sekolah Swasta Gratis Dilarang Pungut Biaya dari Siswa
- Firdaus Ali Dikukuhkan Jadi Guru Besar Teknik UI
- Pemprov DKI Jakarta Tetap Menggratiskan Pajak Kendaraan Listrik, Ini Alasannya
- Rumah Kebanjiran, Katon Bagaskara Minta Tolong Pramono Anung
JPNN.com




