Pramono Tekankan Bank Jakarta Perkuat Budaya Kerja dan Transparansi Jelang IPO
Pramono menilai teamwork yang bekerja secara cerdas, disiplin, dan didukung kultur organisasi yang kuat akan menjadi awal perubahan cara kerja Bank Jakarta.
Dengan fondasi tersebut, proses pengambilan keputusan diharapkan berjalan lebih transparan.
"Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya," tuturnya.
Eks Sekretaris Kabinet itu juga meminta Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi.
Pramono menegaskan, birokrasi berlebihan tidak boleh tumbuh di entitas bisnis karena akan menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.
"Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan," pungkas Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menegaskan kesiapan manajemen menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta Pramono Anung terkait penguatan corporate culture dan persiapan IPO.
Agus menyebutkan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dieksekusi sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan kepercayaan investor.
Pramono mengatakan corporate culture harus dibentuk sejak sekarang dan menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh insan Bank Jakarta menjelang IPO
- Grand Sahid Jaya Jadi Official Venue Partner IVES 2026
- Bank Jakarta Jalin Kerja Sama Strategis dengan BUMD, BUMN & Perangkat Daerah
- IVES 2026 Dorong Industri Event Lebih Terukur dan Berkelanjutan
- Pramono Buka Suara soal Tuduhan Petugas Satpol PP Bentrok dengan Pekerja Proyek
- Pemprov Klaim Tetap Kuasai Saham Mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya Meski Nanti Telah IPO
- Pemprov DKI Dorong Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun, Siap Ekspansi Global
JPNN.com




