Prancis Kutuk Serangan Israel ke Penjara Iran, Ada Warganya di Dalam
jpnn.com - PARIS - Prancis mengutuk serangan Israel yang menyasar Penjara Evin, di Tehran, Iran, Senin (23/6).
Prancis menilai Israel membahayakan dua warga negaranya yang sedang ditahan di penjara yang konon termasuk paling 'ganas' di dunia itu.
RT -sebelumnya bernama Russia Today, melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Prancis Jean Noel Barrot menyebut serangan Israel tersebut tidak dapat diterima dan mengatakan serangan itu telah membahayakan warga negara Prancis, yakni Cecile Kohler dan Jacques Paris.
Dua WN Prancis itu ditangkap selama kunjungan wisata ke Iran pada 2022 atas tuduhan spionase. Prancis dalam status membantah tuduhan tersebut.
Salah satu keluarga Kohler, Noemie, mengutuk serangan itu sebagai tindakan tidak bertanggung jawab, lantaran menempatkan banyak tahanan dalam bahaya.
"Pejabat Iran mengatakan beberapa bagian fasilitas tersebut rusak dalam serangan tersebut. Sebuah video yang beredar di media sosial tampaknya menunjukkan bahwa pintu masuk depan penjara tersebut menjadi sasaran," bunyi laporan RT.
Menlu Barrot mengatakan dia telah berbicara dengan mitranya dari Iran dan menerima konfirmasi bahwa Kohler dan Paris tidak terluka.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan serangan itu tidak ada hubungannya dengan tujuan Israel yang katanya pengin mencegah Iran memperkuat senjata nuklir.
Prancis tidak suka Israel menyerang penjara Iran. Apa hubungannya sama nuklir Iran?
- Sebelum Ditawan Israel Jurnalis Thoudy Badai Sempat Komunikasi dengan Keluarga
- Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan Indonesia Ditangkap Israel, Ini yang Dilakukan Kemlu
- Kemlu Konfirmasi 5 WNI Ditangkap Militer Israel
- Demi Kedaulatan Bangsa, Pemerintah Harus Segera Selamatkan WNI Diculik Israel
- Ulah Israel Tangkap Aktivis dan Jurnalis Jadi Bentuk Pelanggaran Hukum Internasional
- Iran Bentuk Badan Baru untuk Memalak Kapal-Kapal di Selat Hormuz
JPNN.com




