Presiden Kolombia Usul Markas DK PBB Dipindahkan ke Qatar
jpnn.com - MEXICO CITY - Presiden Kolombia Gustavo Petro mengusulkan markas Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) dipindahkan ke Qatar. Hal itu untuk memastikan badan tersebut tetap bisa dijangkau negara-negara anggotanya.
Petro menyampaikan itu sesuai visanya dicabut Pemerintah Amerika Serikat saat ikut serta dalam agenda Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, pekan lalu.
"Saya mengusulkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa supaya markas Dewan Keamanan, setidaknya untuk sementara, dipindah ke Qatar," kata Petro melalui media sosial X pada Kamis (2/10).
Petro memandang bahwa Qatar dapat menjadi mediator yang efektif dalam konflik bersenjata. Dia mengaku "kenal sang Emir dan rakyatnya, dan paham pengalaman mereka".
Petro juga mendorong supaya Qatar segera memulai proses mediasinya dengan memastikan akses pangan bagi masyarakat di Jalur Gaza yang saat ini masih diserang pasukan Zionis Israel.
Pekan lalu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pencabutan visa Petro atas dalih "tindakan sembrono dan provokatif" yang dilakukannya di New York.
Atas keputusan tersebut, Petro mengatakan bahwa Washington tak lagi menghargai hukum internasional dan mengusulkan supaya markas PBB dipindah ke luar Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Kolombia juga menuduh AS melanggar norma diplomatik dan berupaya membatasi kedaulatan Kolombia. (antara/jpnn)
Presiden Kolombila Gustavo Petro mengusulkan markas DK PBB dipindahkan ke Qatar saja.
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi
- Iran Minta DK PBB Tolak Draf Resolusi Usulan AS Soal Selat Hormuz
- 5 Sukarelawan GPCI Bergabung dalam Misi Global Sumud Flotilla 2026 Menuju Gaza
- Setelah Jamu Perwakilan Penting Arab Saudi, Kini Megawati Menerima Dubes Qatar
- 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR RI Desak DK PBB Buka Penyelidikan & Sanksi Israel
- Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat
- MotoGP Qatar 2026 Belum Aman, Dorna Siapkan Skenario
JPNN.com




