Presiden Prabowo di KTT BRICS: Kekuatan Negara Harus Dibangun dari Dalam
jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyuarakan penolakan terhadap hegemoni sepihak dalam tata kelola global saat menghadiri sesi terbatas KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9).
Indonesia mendorong penguatan multilateralisme yang adil, di mana setiap negara memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan arah kebijakannya sendiri secara mandiri.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menjadi pembicara dalam sesi terbatas yang mengangkat tema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism" (Tata Kelola Global Inklusif dan Penguatan Multilateralisme).
"Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan," kata Prabowo sebagaimana keterangan BPMI Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut Prabowo, kekuatan suatu negara harus dibangun dari dalam dengan memastikan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyat, mulai dari pangan dan energi hingga pendidikan dan kesejahteraan.
"Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera," katanya.
Prabowo mengatakan penguatan ketahanan dan kemandirian nasional juga dapat dilakukan melalui kerja sama antarnegara, termasuk melalui BRICS.
Menurut dia, kebersamaan negara-negara anggota dapat memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara.
Presiden Prabowo Subianto menyuarakan penolakan terhadap hegemoni sepihak dalam tata kelola global saat menghadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Sabtu.
- 5 Berita Terpopuler: Sikap PGRI Tegas, Gaji PNS dan PPPK Jangan Lewat Kopdes, Prabowo Digugat
- Prabowo Digugat terkait Penanganan Karhutla dan Kabut Asap
- Elektabilitas Prabowo Menuju Pilpres 2029 Terancam? Efriza Ingatkan soal Kepercayaan Rakyat
- Survei Adidaya Institute: Kepuasan terhadap Kinerja Presiden Prabowo 60,3 Persen
- Tata Kelola MBG Membaik, Minim Penolakan, dan Punya Modal Kepercayaan Publik
- Kepala BNPB Kristomei Sianturi Targetkan Pemadaman Karhutla Sesegera Mungkin
JPNN.com




