Produsen Mobil Eropa Terpaksa Melakukan PHK Terhadap Puluhan Ribu Orang
jpnn.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantam sejumlah produsen mobil besar di Eropa.
Fenomena itu mencerminkan tekanan berat yang tengah dihadapi industri otomotif kawasan tersebut, di tengah perubahan besar menuju era kendaraan listrik.
Salah satu langkah paling mencolok datang dari Volkswagen. Dalam laporan tahunannya, produsen asal Jerman itu mengungkapkan rencana memangkas sekitar 50.000 pekerjaan di Jerman hingga 2030.
Pakar industri otomotif dari University of Birmingham, David Bailey, menyebut skala langkah tersebut sangat besar.
Menurutnya, keputusan itu mencerminkan “badai sempurna” yang kini menghantam produsen mobil Eropa, mulai dari penurunan permintaan global hingga perubahan teknologi yang cepat.
Tekanan serupa juga terlihat di Inggris. Produsen mobil mewah Aston Martin mengumumkan rencana memangkas hingga 20 persen tenaga kerjanya setelah menghadapi kerugian finansial yang berkepanjangan.
Sementara itu, Jaguar Land Rover juga tengah mengurangi ratusan posisi manajemen melalui program pengunduran diri sukarela.
Sejumlah faktor mendorong gelombang PHK ini. Permintaan di beberapa pasar ekspor utama mulai melemah, sehingga menghambat pertumbuhan penjualan produsen Eropa yang selama ini bergantung pada pasar global.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantam sejumlah produsen mobil besar di Eropa. Puluhan ribu orang kena dampaknya
- 5 Berita Terpopuler: Terbit SE Mendagri soal Kontrak Kerja P3K & PPPK PW, Tak Ada Lagi Alasan PHK, 242.482 Guru Diangkat
- Pengelola Hotel Bumi Wiyata Depok Berkomitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Kena PHK
- 50 Tahun Berkiprah, Bridgestone Pasok Ban Berteknologi Ini ke Produsen Otomotif Global
- 5 Berita Terpopuler: Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS Dimulai, tetapi Banyak yang PHK, PGRI Minta Pemerintah Jujur
- PHK 1.900 Karyawan PT GNI, Hak Pekerja Harus DIpenuhi
- Pemerintah Buka Suara soal PHK Industri Garmen di Cimahi
JPNN.com




